Warga Pulau Padang Tolak Akhiri Aksi Jahit Mulut

Laporan Wartawan Tribunnews.com Andrian Salam Wiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kendati kondisi kesehatan terus melemah, tujuh warga Pulau Padang tak ingin mengakhiri aksi jahit mulutnya. Sempat dilarikan ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, tujuh warga ini tetap ngotot tak mau membuka jahit mulut saat diminta tim dokter RSCM.

Hal itu disampaikan, kordinator aksi di gerbang DPR, dari Serikat Tani Nasional (STN) Bin-bin Firman, kepada Tribunnews, Jumat (23/12/2011). "Ya mereka menolak untuk dibuka meski dokter memaksa," katanya

Menurutnya, tujuh warga berharap pemerintah segera menghentikan aktivitas PT RAPP dengan hutan tanaman industri di Pulau Padang, Kepulauan Miranti, Riau.

Beruntung aksi mereka hingga kini tak menimbulkan luka parah, dan infeksi. Para penjahit mulut di gerbang DPR RI ini sekedar mengalami kelelahan karena kekurangan asupan makanan.

"Mungkin kita bisa memberikan makanan sereal, minum masih bisa pake sedotan, dan vitamin sirup yang selalu diberi agar kondisi mereka tetap terjaga," sergahnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.