Warga Rusia Demo Tolak Mobilisasi Putin, 900 Orang Ditahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memobilisasi sebagian angkatan bersenjatanya kemarin tidak disambut baik oleh masyarakat Rusia. Semenjak pengumuman itu, berbagai demonstrasi mulai bermunculan di kota-kota Rusia.

Di Ibu Kota Rusia Moskow ratusan orang turun ke jalan untuk berunjuk rasa menolak keputusan mobilisasi parsial itu.

Menurut kelompok aktivis OVD-Info, setidaknya ratusan orang telah ditahan oleh Kepolisian Moskow karena mengikuti unjuk rasa.

Dikutip dari Russia Today, Rabu (21/9), otoritas Moskow menjelaskan demonstrasi yang diadakan kemarin tidak memiliki izin. Polisi pun memperingatkan mereka yang ikut unjuk rasa dapat ditahan, dikenakan denda, hingga kurungan penjara.

Demonstrasi lain turut terjadi di Kota St. Petersburg, tempat kelahiran Presiden Putin.

Demonstran berkumpul dekat Katedral St. Isaac. Di sana demonstrasi diakhiri dengan bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. Polisi pun menahan beberapa orang dalam unjuk rasa itu.

Menurut kelompok aktivis OVD-Info, setidaknya 312 demonstran ditahan oleh polisi setempat.

Demonstrasi juga terjadi di kota-kota lain, seperti Ufa, Yekaterinburg, Perm, dan Chelyabinsk. Di kota-kota ini, polisi setidaknya menangkap 14 hingga 45 pengunjuk rasa.

Demonstrasi juga terjadi di kota-kota Siberia, wilayah tengah Rusia, antara lain Krasnoyarsk, Novosibirsk, Irkutsk, dan Yakutsk.

Menurut kelompok aktivis OVD-Info, polisi setidaknya telah menahan 900 pengunjuk rasa. Namun angka ini belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]