Warga Sambut Pembangunan 2 Waduk di Puncak

TEMPO.CO , Bogor:Rencana Pemerintah Pusat bersama Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat untuk membangun dua waduk di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai salah satu upaya meminimalisir banjir di Jakarta, disambut positif oleh warga. Namun, mereka meminta ganti rugi yang setimpal dalam pembebasan lahan.

Kepala Desa Cipayung, Cacuh Budiawan, mengatakan, sebanyak 200 kepala keluarga yang tinggal di Desa Cipayung merespon positif rencana pembangunan waduk untuk menampung air sungai Ciliwung agar meminimalisir banjir Jakarta yang akan dilakukan pada tahun 2015 mendatang.

"Warga kami sebagian besar setuju dengan rencana pembuatan waduk tersebut karena mereka merasa peduli atas kejadian yang setiap tahun menimpa Jakarta," kata Cacvh. "Namun, mereka juga menerima itu jika biaya penggantian pembebahasan lahannya disesuaikan, dan setimpal."

 

Menurutnya, meski hingga saat ini, belum ada sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan waduk tersebut. Namun Kades mengatakan, pada akhir bulan Desember 2013 lalu, pernah dilakukan sosialisasi pembuatan waduk yang dilakukan oleh konsultan PT Indra Karya yang dibawah naungan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Ciliwung Cisadane. "Mereka saat itu hanya membahas apakah warga setuju dengan pembuatan waduk. Namun mereka belum membahas kepastian untuk pembebasan lahan untuk dijadikan waduk," ujar Cacuh.

 

Saat itu untuk Desa Cipayung ada dua kampung yang akan terkena pembebasan lahan yakni, Kampung Cipayung Kidul dan Kampung Legok Ihong. Keduanya memiliki luas sekitar 30 hektare yang tersebar di hanya 5 RT dan 2 RW yang akan terkena pembebasan yaitu RT 1/1, RT 2/1, RT 4/1, RT 5/1 dan RT 7/2.

"Yang pasti semua warga yang terkena pembuatan waduk tersebut sudah dikumpulkan dan kedua kampung yang berada di Desa Cipayung sudah setuju kalau akan di buat waduk di daerah tersebut, asal konfensiasi dan ganti ruginya sesuai,"  tegasnya.

 

Kades mengatakan hampir 80 persen mata pencaharian warga di desa nya itu merupakan petani dan warga tidak ingin kehilangan mata pencaharian karena tanah yang akan di bangun merupakan lahan kosong tempat mereka bertani. "Karena dengan adanya waduk dapat menunjang untuk pertanian makanya  merasa setuju dengan dibuatnya waduk untuk kepentingan bersama," kata dia.

Sementara itu Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, rencana pembangunan dua waduk yang akan dilakukan oleh Kementrian PU, Pemprov DKI dan Jawa Barat ini, dua-duanya berlokasi di Kecamatan Megamendung. "Yang satu dibangun di Desa Cipayung, dan satunya lagi rencananya di Desa Sukamahi," kata dia.

Namun, karena rencana pembangunan waduk itu sudah lama akan dilakukan di Ciawi maka masyarakat dan penajat mengenalnya menjadi waduk Ciawi. "Untuk waduk di Cipayung rencananya memiliki luas 108,5 hektar, sedangkan waduk Sukamahi memiliki luas 42 hektar, " kata Rachmat.

Rachmat mengatakan, untuk anggaranya pembangunan waduk tersebut akan ditanggung oleh Kementrian PU, sedangkan pembebasan lahan akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI setelah mendapat persetujuan dari DPRD DKI, "Pembebasan lahan sendiri belum dilakukan karena dari Panitia Pembebasan Tanah (P2T) masih menunggu hasil dari tim petugas taksir (Priceel), dengkan untuk pembanguan konstruksi anggaranya Rp 1,9 T," kata dia.

Sebelumnya, rencana pembangunan waduk di Kabupaten Bogor sendiri merupakan usulan lama bahkan semenjak Gubernur DKI Jakarta masih Sutiyoso. Akan tetapu, rencana ini mengalami deadlock karena pihak DPRD Kabupaten Bogor tidak menyetujuinya.

Berdasarkan infromasi dalam masterplan awal, lokasi waduk berada di kawasan Cibogo. Luasnya mencapai 100 hektar, dengan kedalaman sekitar 85 meter. Waduk ini disiapkan sebagai lokasi parkir air hujan, jika Kali Ciliwung meluap.

Saat itu, ada lima Desa dari dua kecamatan yakni Kecamatan Ciawi dan Megamednung, dan terkena dari pembangunan waduk tersebut yaitu desa Cipayung, Kelurahan Kopo, Kelurahan Cipayung Girang (Kecamatan Megamendung) dan Kelurahan Cibogo.

M. SIDIK PERMANA

Berita Lain

Media Asing Soroti Ani Yudhoyono di Instagram

Angkat Telunjuk, Hary Tanoe Tantang Tutut

Hanya Orang Gila Menuntut Jokowi Hilangkan Banjir

Mengapa Ahok Keras Menjaga Waduk Pluit?

Jokowi Kesal Pengungsi Mengemis di Jalanan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.