Warga Sidney diimbau tidak keluar rumah akibat asap kebakaran semak

Sydney (Reuters) - Angin kencang memperparah lebih dari 100 kebakaran di pantai timur Australia pada Selasa, menyelimuti Sydney dengan asap berbahaya dan memicu peringatan kesehatan bagi kota berpenduduk terpadat di negara itu.

Australia rentan terhadap kebakaran hutan di musim panas yang kering dan panas, tetapi kobaran api yang hebat telah terjadi lebih awal, pada musim semi selatan, akibat kekeringan yang panjang dan suhu yang melonjak.

Kebakaran hutan sejauh bulan ini telah menewaskan sedikitnya empat orang, membakar sekitar 2,5 juta ekar (1 juta hektare) lahan pertanian dan semak-semak dan menghancurkan lebih dari 300 rumah.

Angin kencang memperparah sekitar 130 kebakaran yang telah meluas di seluruh negara bagian New South Wales dan Queensland selama beberapa hari, dan mendorong asap ke selatan untuk membentuk kabut tebal di atas Sydney, yang berpenduduk sekitar 5 juta orang.

Para pejabat mengatakan kualitas udara di atas sebagian kota pelabuhan itu terukur pada tingkat 10 kali berbahaya pada Selasa dan menyarankan orang-orang untuk tinggal di dalam ruangan sebanyak mungkin saat asap akan bertahan hingga beberapa hari mendatang.

"Kita tahu bahwa gelombang panas menyebabkan penyakit parah, perawatan rumah sakit, dan bahkan kematian, dan bahwa orang lebih sensitif terhadap gelombang panas di awal musim," kata Richard Broom, direktur kesehatan lingkungan di NSW Health.

"Kombinasi panas dan kualitas udara yang buruk menambah risiko."

Di NSW, petugas pemadam kebakaran berjuang untuk memperkuat jalur penahan api menjelang perkiraan suhu yang lebih tinggi untuk sebagian besar sisa minggu ini.

"Lebih dari 1.300 petugas pemadam kebakaran sedang mengatasi kebakaran ini, melakukan operasi 'backburning' atau mengatasi api dengan api dan memperkuat garis penahan menjelang perkiraan cuaca panas, kering dan berangin, dengan tujuh area berada di bawah larangan menyalakan api total," kata Dinas Pemadam Kebakaran NSW dalam sebuah pernyataan.

Krisis kebakaran semak saat ini sebagian besar telah tertahan di pantai timur negara bagian NSW dan Queensland, tetapi para pejabat di Australia Selatan pada Selasa memperingatkan bahwa perkiraan temperatur yang mendekati rekor meningkatkan risiko di negara bagian itu.

Biro Meteorologi Australia mengatakan temperatur di Adelaide, ibu kota Australia Selatan, akan mencapai 42 derajat Celcius (107,6 derajat Fahrenheit) pada Rabu, yang ditambah dengan angin kencang akan menciptakan kondisi ancaman kebakaran kategori "bencana".