Warga Solo Nekat Mudik saat Libur Tahun Baru Dikarantina Dua Minggu

Mohammad Arief Hidayat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Solo melarang pemudik yang akan pulang kampung halaman di Solo saat liburan akhir tahun. Bahkan, Jogo Tonggo akan dimanfaatkan untuk menjaring warga yang nekat mudik untuk dikarantina di Solo Techno Park.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, yang akan dikarantina di Solo Technopark merupakan para pemudik yang pulang ke rumah saat liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara pendatang maupun wisatawan yang berkunjung ke Solo tidak akan dikarantina.

"Pendatang yang mau jagong (resepsi) atau tugas kerja itu tidak ada persoalan. Yang dikarantina itu pemudik yang pulang ke rumah, karena akan bertemu dengan keluarga dan berinteraksi dengan tetangga," kata Rudy di Solo, Rabu, 16 Desember 2020.

Baca: 5 Gejala Ini Pastikan Kamu Sudah Positif COVID-19

Rudy akan mengoptimalkan Jogo Tonggo untuk memantau para pemudik yang nekat pulang ke rumahnya di Solo. Peran Jogo Tonggo untuk menyampaikan laporan penemuan pemudik yang pulang ke rumah kepada Satgas COVID-19.

"Nantinya Jogo Tonggo yang akan melaporkan ke Satgas untuk dijemput dan dikarantina. Pemudik akan menjalani karantina di Solo Techno Park selama empat belas hari," katanya.

Mengenai mekanisme penjaringan pemudik, Rudy mengaku tidak akan menerapkan cara seperti sebelum Lebaran lalu dengan mendirikan posko di bandara, terminal dan stasiun. Menurutnya, cara seperti itu tidak efektif untuk diterapkan karena banyak pemudik dari daerah di sekitar Solo yang turun melalui tiga lokasi itu.

“Karena banyak yang luar kota sehingga tidak efektif. Dari luar kota mau turun di bandara, stasiun, dan terminal, silakan langsung pulang ke kampung halamannya masing-masing. Tapi kalau mudik ke Solo, ya, Jogo Tonggo yang akan melaporkannya," katanya. (ren)