Warga Suku Anak Dalam Batanghari Tewas Diduga Tertembak Senjata Kecepek oleh OTK

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga suku anak dalam (SAD) Jambi, bernama Amin Malemper (35) meninggal dunia diduga karena tertembak senjata api laras panjang di Kabupaten Batanghari pada Jumat (18/11). Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut.

Diketahui warga SAD menjadi korban penembakan oleh orang yang tidak dikenal, di Jalan perbatasan PT APL dengan Jalan batu bara, Desa Padang Kelapo, Kecamatan Muaro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto mengatakan membenarkan atas penembakan warga SAD di wilayah Kabupaten Batanghari.

"Ia benar, dan warga SAD tersebut meninggalkan dunia, karena ditembak oleh senjata kecepek,"katanya, pada Sabtu (19/11) saat dikonfirmasi melalui telepon.

Menurut dia, kejadian tersebut pada hari Jumat sekitar pukul 21.30 WIB, korban bersama rekan nya saat itu lagi mengendarai sepeda motornya menuju ke Desa Padang Kelapo untuk ke Balai Adat.

Dalam perjalanan tersebut, korban bersama rekannya melihat ada senter kemudian berhenti. "Pada saat itu korban berinisial MD tertembak oleh senjata kecepek,"ujarnya.

Kemudian kata Bambang, suara ledakan terdengar begitu keras dor, kemudian mengenai MD, sehingga temanya MD yaitu berinisial AN, langsung berhenti melihat korban tergeletak di tanah.

"Jadi saksi AN langsung membawa MD ke Puskesmas Sungai Rengas, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh pihak tersebut akan tetapi dikabarkan bahwa MD sudah meninggal dunia,"jelas AKBP Bambang.

"Untuk korban MD, kata pihak medis yaitu luka terbuka bagian dada ditegah, luka bargain paha sebelah kiri, dan luka terbuka di dada sebelah kiri diduga luka tembak,"tambahnya.

Kata AKBP Bambang, saat ini untuk pelaku penembakan warga SAD tersebut lagi dalam penyelidikan Polres Batanghari.

Reporter: Hidayat [ded]