Warga Sulteng diminta taati prokes karena kasus COVID-19 meningkat

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta warga di seluruh daerah kembali menaati protokol kesehatan (prokes) secara ketat karena kasus warga yang terpapar COVID-19 varian baru meningkat di berbagai provinsi di Indonesia.

"Adanya imbauan Satgas COVID -19 Pusat bahwa terjadi peningkatan kasus warga yang terpapar COVID-19 varian baru dan perkembangan penularannya saat ini meningkat maka menunjukkan kepada kita semua bahwa pandemi COVID -19 belum usai sehingga prokes ketat harus dilakukan," kata Juru Bicara (Jubir) Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Adiman di Kota Palu, Senin.

Ia menyatakan bagi warga yang melakukan perjalanan keluar dari Provinsi Sulteng apalagi keluar negeri agar betul-betul menerapkan prokes ketat selama berada di luar daerah.

Baca juga: Pembatasan diperlonggar, Kasus COVID-19 kembali melonjak di Prancis
Baca juga: Epidemiolog: Disiplin 3M masih relevan cegah kenaikan kasus COVID-19

Ia tidak ingin ada warga yang tertular COVID-19 varian baru saat berada di luar Sulteng dan kembali ke wilayah Sulteng membawa COVID-19 varian baru yang dapat membuat kasus COVID-19 di Sulteng kembali melonjak tinggi.

"Bagi warga yang belum menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap agar segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk menerima vaksin dosis lengkap dan vaksin booster," ujarnya.

Selain itu Adiman meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Sulteng bersama stakeholder terkait agar melakukan berbagai upaya untuk mendorong warga mengikuti vaksinasi COVID-19.

Ia menyatakan seluruh daerah di Provinsi Sulteng masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 30 Tahun 2022 tentang PPKM dan Pengendalian Penyebaran COVID -19 Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

"Hingga saat ini, secara kumulatif 60.820 orang di Sulteng telah terpapar COVID-19. Dari 60.820 orang itu, 59.083 orang dinyatakan sembuh, 1.726 orang meninggal dunia dan 11 orang yang terpapar COVID-19 masih menjalani karantina secara mandiri maupun di rumah sakit setempat," kata dia.

Baca juga: Pakar: Penyiapan RS perlu dilakukan antisipasi kenaikan kasus COVID-19
Baca juga: Pemerintah optimistis dapat tekan transmisi varian Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel