Warga Surabaya yang Tak Taati PPKM Darurat Terancam Dibawa ke Pemakaman Pasien COVID-19

·Bacaan 2 menit
Petugas memakamkan jenazah korban Covid-19 di TPU Rorotan Cilincing, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). Pemakaman jenazah dengan protokol covid-19 terus meningkatdalam satu pekan terakhir, seiring dengan lonjakan kasus corona di Ibu kota. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengancam para pelanggar protokol kesehatan dengan sanksi dibawa ke pemakaman pasien COVID-19 hingga bermalam di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).

"Jadi, kalau nanti ada yang melanggar, akan dibawa ke makam Keputih untuk melihat berapa banyak orang Surabaya yang sudah meninggal karena kelalaiannya tidak menjalankan protokol kesehatan," kata Eri Cahyadi di Surabaya, Sabtu (3/7/2021).

Eri mengatakan Pemerintah Kota Surabaya bersama tim gabungan dari TNI-Polri menggelar operasi protokol kesehatan (Prokes) pada Sabtu malam.

Operasi prokes ini untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Selain itu, untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Jatim.

"Jadi, sifatnya kami menindaklanjuti Inmendagri dan Keputusan Gubernur Jatim terkait PPKM Darurat, yang mana di situ diperintahkan TNI-Polri dan Pemda untuk bergerak. Maka, hari ini yang diikhtiarkan adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Eri seperti dikutip dari Antara.

Setelah diperlihatkan pemakaman COVID-19 di TPU Keputih, lanjut dia, para pelanggar prokes dibawa ke Liponsos dan baru pada keesokan harinya akan dilakukan tes usap untuk memastikan apakah dia terpapar virus atau tidak.

"Jadi, ayo, kita disiplin menjaga prokes ini. Saya nitip betul kepada warga Surabaya," ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada anak-anak muda Surabaya yang mungkin memiliki imunnya kuat, untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Mungkin mereka (anak-anak muda) itu kuat, tapi kan juga tidak ada yang tahu kalau dia menjadi OTG (orang tanpa gejala), hingga akhirnya bisa menularkan kepada orang-orang tercinta, alangkah sedihnya kalau sudah seperti itu," katanya.

Minta Patuhi Prokes

Eri juga minta maaf kepada seluruh warga Kota Surabaya karena pada saat ini kegiatannya harus berhenti sementara waktu.

Oleh karena itu, ia juga mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk melakukan PPKM Darurat ini dengan disiplin. Kalau warga tidak disiplin, maka kasus COVID-19 ini akan terus naik, sehingga PPKM Darurat bisa diperpanjang.

"Makanya saya mohon kepada warga Surabaya, ayo jalankan ini, sehingga bisa cepat berhenti. Insyallah ini bisa selesai dalam waktu dua minggu, tapi kalau ini tidak dilakukan dengan disiplin, ini pasti akan terus berlanjut," ujarnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel