Warga temukan bom perang dunia kedua di Sorong

Warga Jalan Menur Kampung Worot Kelurahan Kofkerbu, Kota Sorong, Papua Barat, menemukan bom bekas perang dunia kedua yang belum meledak pada Rabu (18/5) malam pukul 20.15 WIT.

Bom bekas perang dunia kedua tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Yuliana Wanma saat melakukan pengerukan pembuangan air di samping rumahnya dan langsung melaporkan temuan itu kepada Polres Sorong Kota.

Kabag Ops Polres Sorong Kota Kompol M. Nur Makmur, Kamis, mengatakan, setelah menerima laporan warga, pihaknya langsung memerintahkan personel untuk turun ke TKP dan memasang garis polisi terhadap bom bekas perang dunia kedua itu.

Baca juga: Polda Maluku temukan senjata api dan bom rakitan di hutan P Haruku

Menurut Kabag Ops, awalnya warga setempat tidak mengetahui benda tersebut karena penasaran dengan temuan benda tersebut warga kemudian mencari informasi di YouTube dan kaget ternyata benda itu adalah bom bekas perang dunia kedua.

"Kemudian warga langsung melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian Polres Sorong Kota dengan menelepon ke sentral layanan 110 untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Kabag Ops Polres Sorong Kota langsung berkoordinasi dengan Subden 2 Den Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk mengevakuasi bom peninggalan perang dunia kedua tersebut dari kawasan pemukiman warga.

Baca juga: Warga Aceh Besar temukan benda diduga mortir aktif

Tim Penjinak Bom Subden 2 Den Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat yang di pimpin Ipda Jamaluddin langsung mendatangi TKP menggunakan Mobil Nissan Navara dengan peralatan standar evakuasi bom untuk melakukan evakuasi.

Hasil identifikasi Tim Gegana jenis benda tersebut adalah UXO Bom militer Panjang 27 cm, diameter depan 4,9 mm, diameter badan 7,5 mm, diameter belakang 6,9 mm. Bon tersebut sudah diamankan ke tempat yang aman.

Baca juga: Polisi temukan bom militer diduga sisa perang di Sergai Sumut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel