Warga Vs Ormas Bentrok di Pancoran, 10 Orang Luka-luka

Dedy Priatmojo, Vicky Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bentrokan antara warga dengan salah satu kelompok ormas pecah di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. 10 orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Menurut penuturan saksi mata, bentrokan berdarah itu terjadi di gang Pancoran II Buntu pada Rabu kemarin, 24 Februari 2021. Video bentrokan tersebut sempat beredar di WhatsApp Grup.

"10 orang dari kami yang mengalami luka luka baik itu luka berat maupun ringan," kata Sekretaris Paguyuban, Tri Ratna Darma Putra ketika ditemui VIVA di lokasi, Kamis, 25 Februari 2021

Tri mengatakan peristiwa bentrokan tersebut berawal saat warga Pancoran II Buntu mengungsi di posko banjir. Tiba tiba oknum dari salah satu organisasi masyarakat memporak-porandakan posko banjir tersebut.

"Kami secara tiba tiba kaget juga pada kemarin, kemarin pagi sekitar jam 9-10 lah tiba-tiba ada massa dari luar dengan rombongan membawa motor itu turun di pinggir jalan langsung mengevakuasi orang-orang yang ada di dalam posko barang-barangnya dikeluarkan, kemudian langsung membabi-buta langsung membongkar," ujar Tri

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah membenarkan adanya bentrokan tersebut antara warga dengan salah satu ormas

"Ya benar yang pertama memang ada perselisihan antara warga dan beberapa warga yang lain yang boleh kita sebut adalah salah satu organisasi masyarakat (ormas)," ujar Azis kepada wartawan.

Menurut Kapolres, perselisihan berawal dari lahan yang diakui oleh salah satu perusahaan milik negara dan satu lagi oleh warga yang mengaku memiliki hak atas dasar waris.

Kapolres mengatakan bentrokan terjadi karena ada kesalahpahaman dari kedua belah pihak. Yang satu merasa sudah memberikan haknya, yang satu merasa akan diusir.

"Sehingga terjadilah pertikaian antara kedua kelompok tersebut lempar-lemparan batu lah, dan menimbulkan beberapa orang terluka," terang Kapolres.

"Perselisihan tersebut kini sudah ada laporan pidana maupun perdata," imbuhnya.