Warga Waduk Pluit Minta Tempat Tinggal Baru

TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah Warga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku senang dengan keberadaan taman Waduk Pluit yang memperindah kawasan waduk. Namun, ketika diingatkan bahwa kelak sebagian permukiman mereka yang terletak di sisi timur waduk itu akan dijadikan bagian taman juga, reaksi mereka berubah.

Salah satu warga yang sadar bahwa cepat atau lambat dirinya akan direlokasi adalah Syamsudin (42), warga RT 19 RW 17,Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketika ditemui Sabtu, 17 Agustus 2013, ia mengatakan, jika rumahnya nanti hendak dirobohkan untuk pembangunan taman serta normalisasi waduk, ia meminta ganti.

"Gak apa kalau nanti Muara Baru hendak dijadikan taman juga, asal ada penggantinya,"ujar Syamsudin di tengah perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-68 di taman Waduk Pluit.

Pria asal Tegal itu sendiri mengaku sudah tinggal di Muara Baru selama 27 tahun dan memiliki rumah tetap. Ia mengaku, sampai saat ini, belum mendengar kelanjutan normalisasi di kawasan Muara Baru yang dihuni puluhan ribu KK itu.

Ditanyai apakah mau jika direlokasi ke rusun, Syamsudin tidak menjawab secara tegas. Ia hanya berkata, "Intinya, selama ada ganti, saya bersedia."

Hal senada diucapkan Wone (56) asal Makassar. Pria itu mengerti jika rumahnya yang berada di bibir waduk serta kawasan Muara Baru hendak dinormalisasi. Namun, ia meminta diberi kepastian mendapat tempat tinggal baru.

"Saya sudah mencoba mencari di rusun Muara Baru tapi penuh,"ujar pria yang juga memiliki usaha warung itu.

Sejauh ini belum ada kabar kapan wilayah Muara Baru yang penuh rumah liar itu akan dibongkar. Berdasarkan keterangan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terakhir kali, normalisasi dilakukan pasca waduk untuk warga sudah tersedia.

Heryanto selaku Koordinator Normalisasi Pasca Bencana Waduk Pluit berkata bahwa relokasi dalam waktu dekat masih kepada warga Kebon Tebu sebanyak 68 KK.

ISTMAN MP

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.