Warga Yahudi Anti-Zionis: Kami Ingin Hidup di Bawah Bendera Palestina, Bukan Israel

Merdeka.com - Merdeka.com - Kelompok umat Yahudi ultra-Ortodoks dan anti-Zionis Naturei Karta Senin Ahad lalu mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Jenin, Tepi Barat. Dalam kunjungan ke Jenin itu mereka singgah di rumah salah satu pemimpin senior Jihad Islam Palestina (PIJ) Bassam al-Saadi. Dalam pertemuan itu perwakilan dari Naturei Karta menyampaikan dukungan mereka kepada warga Palestina.

Tak hanya itu delegasi Naturei Karta juga bertemu dengan sekretaris jenderal Partai Fatah Ata Abu Ramila dan pemimpin PIJk Maher al-Akhras. Mereka menuturkan kunjungan ke kamp pengungsi itu adalah simbol penolakan terhadap pendudukan Israel.

Salah satu dari anggota kelompok anti-Zionis itu mengatakan "kami yahudi Palestina, kami ingin hidup di bawah bendera Palestina, bukan bendera Israel, di satu negara yaitu negara Palestina. Ratusan tahun lalu sebelum pendudukan dimulai, kami tinggal bersama di Kota Tua yerusalem dan kala itu tidak ada perbedaan antara Yahudi dan muslim. Kami berasal dari satu bapak yaitu Ibrahim dan kami hidup bahagia bersama.

"Kemudian Zionis datang menekan kami untuk memisahkan kami, tapi kami menentang. Kami ingin perdamaian dan bukan hukum rasis Israel yang mengancam hidup orang Yahudi dan muslim. Sampai kapan pun kami akan terus memegang teguh impian dan tujuan bersama. Kami ingin Palestina dengan ibu kota Yerusalem dan Otoritas Palestina supaya bisa hidup bahagia."

Abu Ramila menggambarkan kunjungan Naturei Karta itu dengan kata-kata, "mereka datang sambil mengibarkan bendera Palestina, membawa pesan dukungan untuk kami, menentang pendudukan dan pencaplokan serta mendukung negara Palestina." [pan]