Warganet Indonesia Banjiri Kolom Komentar Instagram Microsoft, Ada Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Warganet Indonesia membanjiri kolom komentar Instagram Microsoft @microsoft.

Bahkan sejumlah foto yang diunggah di akun Instagram @microsoft harus ditutup komentarnya. Penutupan kolom komentar tersebut diduga karena foto dan unggahan-unggahan Microsoft terus dibanjiri komentar dari warganet Indonesia.

Pantauan Tekno Liputan6.com, Minggu (28/2/2021), video terbaru yang diunggah oleh akun Instagram Microsoft, tidak ditutup kolom komentarnya.

Video singkat tersebut dibanjiri dengan komentar warganet. Total jumlah komentar atas unggahan video tersebut mencapai 7.900 komentar dan sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia.

"Kulonuwun, permisi ngapunten sak derengipun. Niki rencang-rencang Bade Silaturahmi, biar sopan jangan lupa permisi dulu," kata sebuah komentar warganet yang dilihat Tekno Liputan6.com.

Warganet lainnya berkomentar, "warga +62 ayok pulang, jangan bikin malu."

Ada juga warganet yang membahas mengenai kesopanan pengguna internet.

"Kalau seandainya kita bilang bahwa orang Indonesia itu ramah dan sopan di real life, harus seimbang dengan di dunia maya. Jika merasa tidak senang dengan hasil survei, buktikan hasil survei itu salah, bukan malah sebaliknya," kata warganet tersebut.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Reaksi Atas Hasil Survei Tingkat Kesopanan Digital

Microsoft
Microsoft

Rupanya, warganet Indonesia menyerbu kolom komentar Instagram Microsoft sebagai reaksi atas hasil survei yang menyebut warganet Indonesia merupakan yang paling tidak sopan.

Menurut riset Digital Civility Global Report, di Asia Pasifik, Indonesia menempati urutan terakhir dalam hal kesopanan digital.

Posisi Indonesia ini ada di bawah Vietnam dan jauh berada di bawah Singapura dan Malaysia yang masing-masing di posisi pertama dan keempat.

Indeks Kesopanan Digital Warganet Indonesia

Sementara, tingkat kesopanan warganet Indonesia menurut survei tersebut ada di posisi ke-29 dari 32 negara yang disurvei.

Sekadar informasi, menurut survei tersebut, indeks kesopanan digital (DCI) paling tinggi pada 2020 ditempati oleh warganet negara Belanda, disusul dengan Inggris, Singapura, dan Taiwan.

Pada posisi paling buncit, indeks kesopanan paling rendah ditempati oleh warganet dari negara Afrika Selatan, Rusia, Meksiko, dan Indonesia.

Tentang Indeks Kesopanan Digital

Dikutip dari Mashable SE Asia, Minggu (21/2/2021), laporan tersebut mencakup 16.000 responden dari 32 negara yang mengukur kualitas interaksi secara daring yang dialami pada tahun 2020.

Singapura naik empat peringkat dan menempati peringkat ke-empat, menggantikan Malaysia yang sebelumnya menduduki peringkat tersebut.

Indonesia sendiri menduduki posisi paling terakhir di Asia Tenggara atau di posisi 29 dari total 32 negara yang disurvei Microsoft.

Remaja Indonesia tidak memberikan kontribusi apapun terhadap skor Indonesia selama 2020. Angka penurunan DCI Indonesia sepenuhnya didorong oleh orang dewaa yang menambahkan 16 poin.

Tiga risiko terbesar Indonesia dalam dunia daring adalah hoax dan penipuan dengan +13 poin, ujaran kebencian +5 poin, dan diskriminasi dengan -2 poin.

Tetapi, empat dari sepuluh orang mengatakan bahwa kesopanan dalam dunia daring menjadi lebih baik selama Covid-19 karena rasa kebersamaan yang lebih besar dan lebih banyak yang saling membantu.

Namun, hampir lima dari sepuluh orang terlibat dalam insiden intimidasi dengan 19% responden mengatakan bahwa mereka telah menjadi sasaran.

Negara-negara di Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia yang dibawah Singapura memiliki total 63 poin. Empat poin lebih buruk daripada tahun sebelumnya.

(Tin/Isk)