Warganet Kaitkan Keguguran Aurel dengan Penyakit Ain, Apa Itu?

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kabar duka datang dari pasangan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar. Aurel Hermansyah diketahui mengalami keguguran calon bayinya yang berusia 5 minggu 3 hari dalam kandungan.

Kabar duka itu diungkapkan oleh Atta dan Aurel di akun Instagram pribadi mereka. Dalam unggahannya, kedua pasangan itu mengunggah foto hasil USG Aurel yang menunjukkan tidak ada lagi kantung kehamilan dalam perut istri Atta Halilintar itu.

"Sampai jumpa di surga anakku :"( Doain papa mama ya," tulis Atta.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan anakku sayang.. Doain mama & papa dr surga ya," tulis Aurel.

Kabar duka yang diunggah Atta dan Aurel pada Selasa kemarin pun menuai doa dan ucapan duka dari warganet. Tidak hanya itu, sejumlah warganet juga mengaitkan musibah keguguran Aurel Hermansyah dengan penyakit ain.

"Dari kmarin aku takut ini kjadian, takut ain. Qodrallah," komentar netizen.

"Jdiin pelajaran ajaa, lain kali ga usah trllu di umbar2.. itu yg nama nya penyakit ain kata org2...," ujar lainnya.

"Sesuatu yang berlebihan justru tidak baik .. Smoga di beri kesabaran ya ,, jadikan pelajaran jangan terlalu di publish krn ain itu ada,," tulis warganet.

"Salah satu yg dimaksud bahaya ain ya kaya gini," ujar lainnya.

Ramainya komentar terkait dengan musibah keguguran yang dialami Aurel Hermansyah berkaitan dengan penyakit ain, membuat sejumlah publik penasaran apakah yang dimaksud dengan penyakit tersebut dan bagaimana penyakit ain dalam pandangan Islam.

Dalam tayangan YouTube Taman Surga, Ustaz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA menjelaskan bahwa penyakit ain adalah penyakit yang mengacu pada bahaya yang menimpa seseorang berasal dari mata jahat yang melihat korbannya.

"Ain itu artinya mata. Rasullah SAW itu kadang kala mendoain cucunya Hasan dan Husain. Beliau mengatakan, 'Ya Allah aku minta perlindungan untuk cucuku ini dari semua kejahatan, dari kejahatan syeitan dan dari penyakit ain yang mencela'. Ain itu adalah penyakit yang ketika orang melihat kemudian tidak mendoakan dia. Melihat dengan takjub tanpa mengatakan Barakallah fii (semoga Allah memberkahi). Orang itu bisa sakit itu penyakit ain," kata Ustaz Syafiq Riza.

Beliau memberi contoh, kadang kala ada anak kecil yang tiba-tiba sakit setelah dipuji oleh orang lain. Hal ini juga menjadi salah satu contoh dari penyakit ain.

"Dipuji orang, 'Anakmu gemuk ya, anakmu sehat ya'. Kalau ada yang mengatakan itu, katakan kepada orang itu barakallah fii (semoga Allah memberkahi dia). Katakan masya Allah. Kalau enggak, anak itu akan sakit," kata beliau.

Selain itu, ustaz Syafiq juga memberi contoh lain dari penyakit ain. Ketika ada seseorang yang kena penyakit ain karena pandangannya sendiri.

"Ada seorang wanita, dia bersolek, dia kagum dengan dirinya tau-tau lumpuh dia, itu ain. Maka kita perlu untuk senantiasa membaca dzikir pagi sore dan itu akan menyelamatkan dari penyakit ain itu sendiri. Yang punya motor baru doakan minta berkah supaya motornya enggak tabrakan, supaya motornya bisa jalan untuk menghindari penyakit ain," jelas beliau.

Lantas, bagaimana cara menghindari penyakit ain?

Ustaz Syafiq menjelaskan, untuk mencegahnya, umat muslim bisa melakukannya dengan cara berdzikir pagi sore. Selain itu, dianjurkan ketika mau tidur, membaca ayat kursi, membaca akhir surat Al Baqarah dan ketika bangun tidur membaca doa.

"Insya Allah akan menyelamatkan dari penyakit ain," kata beliau menjelaskan pencegahan penyakit ain.

Untuk mengobatinya, Ustaz Syafiq Basalamah, memberi contoh kejadian yang terjadi pada seseorang berusia hampir 100 tahun di Arab. Kala itu, orang tersebut mengundang orang ke rumahnya untuk makan.

Namun, tiba-tiba setelah tamunya pulang, tuan rumah itu tidak bisa bangun. Dia tahu sepertinya ada yang ngomong sesuatu atau pandangan yang takjub. Akhirnya tuan rumah tersebut mengundang semua orang dan diberi makan kurma.

“Bijinya dikumpulin, setelah itu bijinya dimasukkan ke air, dimandikan ke orangtuanya sembuh. Kalau penyebab ain itu Fulan. Oh tadi Fulan datang ke sini berwudhu. Setelah berwudhu, disiramkan ke anak kita. Insya Allah anak itu sembuh, tapi kita mencegah lebih baik," jelas beliau mengenai pengobatan penyakit ain.