Warganet Malaysia Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023: Harimau Malaya Sering Beruntung di Sana!

Bola.com, Kuala Lumpur - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan empat negara kandidat tuan rumah Piala Asia 2023. Keempatnya adalah Indonesia, Australia, Korea Selatan, dan Qatar.

AFC terpaksa mencari tuan rumah pengganti Piala Asia 2023, karena China mundur akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

Hingga batas waktu pada 15 Juli 2022, AFC menerima empat pengajuan dari peserta Piala Asia 2023 untuk menjadi penyelenggara putaran final pada tahun depan.

AFC memang menetapkan syarat mutlak bagi calon tuan rumah Piala Asia 2023 harus berasal dari peserta pada tahun depan, sehingga Indonesia dapat mengajukan diri.

Ditentukan pada 17 Oktober 2022

Bek Malaysia, 	Dion Cools, saat ini bermain untuk klub Norwegia, FC Midtjylland , dan wajib diwaspadai Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020. (Instagram/@djcools21)
Bek Malaysia, Dion Cools, saat ini bermain untuk klub Norwegia, FC Midtjylland , dan wajib diwaspadai Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020. (Instagram/@djcools21)

AFC menunggu empat calon tuan rumah Piala Asia 2023 untuk menyerahkan dokumen penawaran paling lama pada 31 Agustus 2022.

Penawaran dari empat negara akan di-review oleh Administrator AFC sebelum Komite Eksekutif (Exco) AFC menentukan tuan rumah Piala Asia 2023 pada 17 Oktober 2022.

Di Twitter, sejumlah warganet Malaysia malah mendukung Indonesia sebagai penyelenggara Piala Asia 2023. Sejumlah alasan menjadi penyebabnya.

Malaysia juga akan berpartisipasi di Piala Asia 2023. Tim berjulukan Harimau Malaya itu berpeluang didukung banyak suporternya jika bermain di Indonesia.

Suara Warganet Malaysia

Harapan Warganet Malaysia

Tiket Murah

Ada Keberuntungan di Indonesia

Semoga Indonesia, Malaysia Bisa Juara

Lebih Baik di Indonesia, Cuaca Mirip dengan Malaysia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel