Warkop yang Diserang 8 Remaja di Makassar Ternyata Tempat Konsolidasi Perwira Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar telah menangkap seluruh pelaku penyerangan Warkop Dokter Kopi. Warung kopi itu sering dijadikan tempat konsolidasi perwira polisi untuk mengamankan Kota Makassar.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Budhi Haryanto mengakui dia bersama perwira Polrestabes Makassar lainnya sering nongkrong di Warkop Dokter Kopi. Dia menyebutkan di tempat itu dirinya bersama anggotanya nongkrong untuk konsolidasi membicarakan keamanan.

"Pas kebetulan kita sedang konsolidasi dan memang kita sering nongkrong di situ dan konsolidasi membicarakan keamanan," ujarnya di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu (9/11).

Budhi mengungkapkan delapan pelaku penyerangan sudah diamankan oleh anggotanya. Dia menyebut delapan pelaku saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar.

"Sudah dapat delapan semua, sudah ada (ditangkap). Kan empat di bawah umur, empat dewasa," tuturnya.

Budhi menambahkan untuk pelaku penyerangan yang masih di bawah umur akan diupayakan untuk proses Restorative Justice (JC). Meski demikian, pelaku di bawah umur tetap akan menjalani terlebih dahulu proses hukum.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polrestabes Makassar memburu satu pelaku penyerangan. Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald TS Simanjuntak mengatakan tujuh dari delapan pelaku sudah diamankan.

"Tujuh pelaku sudah kita amankan dan satu masih kita kejar," tuturnya.

Reonald menjelaskan kejadian penyerangan sekelompok remaja yang viral di media sosial tersebut terjadi Minggu (6/11) dini hari. Reonald mengaku saat itu dia bersama enam anggotanya sedang santai menikmati kopi di Warkop Dokter Kopi, Jalan Pengayoman, Makassar.

"Pada saat kami sedang santai menikmati kopi di (Jalan) Pengayoman, kemudian ada teriak dari seorang anak yang rupanya tukang parkir di situ. Diserang, perang katanya," ungkap Reonald di Mapolrestabes Makassar, Selasa (8/11).

Saat mendengar kata-kata tersebut, dia bersama Wakasatreskrim dan Kanit Jatanras Polrestabes Makassar bereaksi dan keluar warkop. Reonald sempat mengeluarkan tembakan peringatan kepada para pelaku karena membawa busur dan parang.

"Tidak ada (terkena tembakan). Semua tembakan peringatan dan pada saat itu ada tiga kami langsung amankan," ungkapnya.

Setelah mengamankan tiga pelaku, polisi melakukan pengembangan dan menangkap tujuh pelaku lainnya. Barang bukti parang baru ditemukan pada Senin (7/11) malam.

"Mendengar suara itu, kami keluar, sisir dan mengamankan saat ini delapan dari sembilan tersangka. Pelaku rata-rata anak-anak di bawah umur," kata dia.

Reonald meluruskan bahwa penyerangan dilakukan para pelaku motifnya bukan karena perebutan lahan parkir, tetapi karena adanya kesalahpahaman. [cob]