Warna Merah atau Hitam pada Daging Ayam, Bahayakah?

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Olahan daging ayam seperti ayam goreng atau ayam goreng tepung begitu banyak digemari masyarakat. Hal ini lantaran rasanya yang gurih dan tekstur crunchy yang menggoyang lidah.

Tapi pernahkah Anda mengalami kejadian saat makan olahan ayam tersebut? Salah satu kejadian yang sering sekali ditemui ketika makan ayam adalah warna merah atau hitam pada daging di bagian dalam atau tulang.

Ketika menemui hal tersebut tidak sedikit dari kita yang enggan untuk menghabiskan makanan tersebut. Alasannya lantaran masyarakat berasumsi bahwa ayam tersebut dianggap kurang sehat dan dapat membahayakan nyawa.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Kondisi Paru-paru Pasien COVID-19 yang Meninggal

Namun asumsi di masyarakat tersebut dibantah oleh Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. drh. Denny Lukman, M.Si. Dalam virtual conference JAPFA "Daging Ayam Sebagai Sumber Protein Hewani: Fakta dan Hoaks", dia menyebut bahwa hal tersebut tidak berbahaya.

"Itu tidak berbahaya, itu disebut dengan black bone syndrome ini normal," kata dia, Rabu 4 November 2020.

Denny menjelaskan warna hitam itu merupakan rembesan zat warna darah dari dalam tulang ayam yang berumur kurang dari 6,5 minggu akibat pembekuan yang lambat.

"Hal itu terjadi pada ayam yang cara pembekuannya kurang baik. Maka dari itu jika ingin membeli ayam pilih produk yang telah mendapat sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner), karena telah dijamin higienis dan sanitasinya," tutur dia.

Meski begitu, Denny juga membagikan tips pencegahan warna hitam atau merah pada tulang. Caranya kata dia, ayam yang telah dibumbui atau diungkep sebelum dibekukan, jika ingin digoreng, langsung dimasukkan dalam minyak goreng panas dan terendam.