Wartawan Bekasi Gelar Acara Bedah Buku

Dian Lestari Ningsih, nurterbit
·Bacaan 3 menit

<p>VIVA - Hari ini Selasa, 9 Februari 2021 adalah hari dan tanggal istimewa bagi kalangan wartawan Indonesia. Pasalnya, setiap tanggal 9 Februari, para "pemburu berita" ini memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021.

Bukan kebetulan kalau beberapa wartawan bahkan ada yang sudah mantan wartawan yang berdomisili di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka punya cara sendiri untuk memperingati HPN, yakni melalui acara bedah buku.

Hanya dua kata untuk menggambarkan hari ini, yaitu ‘sangat luar biasa’. Reuni para "mantan", Minggu 7 Februari 2021, di bagian Utara Kota Bekasi, Jabar kemarin.

Hanya melalui bukulah, apalagi buku yang ditulis wartawan, kami bisa bertemu dan berdiskusi sambil membedah bukunya. Lokasi bedah buku di Jl. Raya Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tempatnya juga unik. Lihat saja namanya: Literacy Coffee. Berliterasi sambil ngopi, atau ngopi sambil berliterasi. Pertemuan yang mengharukan dengan sahabat lama kami.

Ya, dipertemukan di acara bedah buku "in Memoriam KH Nurul Anwar, 38 Tahun Jejak Pengabdian". Ditulis bertiga: Amin Idris, Nur Anwar Amin dan Dede Rosyadi. Dua dari tiga penulis tersebut, adalah wartawan tulen.

Sebelumnya di tempat yang sama, juga pernah digelar bedah buku "Pemikiran Pendidikan KH Noer Alie". Beliau adalah ulama, pejuang, dan pahlawan nasional dari Bekasi, sekaligus pendiri lembaga pendidikan At-Taqwa.

Reuni Para Mantan

Perasaan haru, mungkin juga dialami sahabat lainnya, saat berada di lokasi yang sama di Literacy Coffee. Tempat nongkrong unik ini, saya bertemu dengan sahabat lama, pasangan suami istri Haji Amin Idris Abu Bagus dan istri, yang tak lain pemilik tempat tongkrongan ini.

Haji Amin, adalah sesama "mantan" wartawan Harian Terbit, masih tergabung di komunitas Alumni Harian Terbit. Sekalipun kemudian, kami berdua sebenarnya masih tetap mengelola media online masing-masing. Gak ada kapoknya dua orang ini jadi wartawan hahaha...

Juga sahabat lama saya waktu di Harian Terbit : Lukman Hakim - yang didaulat menjadi moderator acara bedah buku ini. Lukman Hakim, juga pelukis, dosen di STIE Tribhakti, sekaligus murid/santri dari almarhum KH Nurul Anwar.

Ada juga Haji Chotim Wibowo teman jurnalis dari koran Pos Kota, Bung Zaenal Aripin dari harian Radar Bekasi. Juga tentu saja wartawan senior dari Pikiran Rakyat Bandung, Haji Imran Nasution . Ketiga sahabat ini, selain wartawan juga "orang aliem" yang religi karena masih jebolan pesantren. Subhanallah...

Tak ketinggalan saya juga bertemu teman sesama komunitas guru dan blogger. Beliau adalah DR Bhayu Sulistiawan dan pasangan suami istri Gus Emir dan Ade Dhamroh.

Bhayu Sulistiawan, adalah Sekjen IKAA (Ikatan Keluarga Abituren At-Taqwa), sedang Gus Emir dan Ibu Ade Dhamroh guru dan pengelola sekolah madrasah ibtidaiyah (MI, setingkat SD) di Bekasi.

Di tengah pertemuan itu pula, saya dikagetkan oleh sapaan khas sahabat lama Adjie Nung dia juga "mantan"...mantan pemain film dan produser kisah perjalanan haji. Judulnya sudah saya lupa. Saking lamanya film tersebut hehe..

Yang saya ingat : beliau yang nama aslinya Nur Anwar Amin, alumni Al Azhar Mesir ini, adalah salah satu dari tiga penulis buku yang dibedah di atas, sekaligus murid/santri langsung dari almarhum KH Nurul Anwar, putra pahlawan Nasional asal Bekasi, KH Noer Alie.

Nah, ketika saya menulis kedua nama beliau, plus nama pemilik Literacy Coffee (Amin Idris), saya terus terang sempat "keder" dan sering terbolak-balik. Mana Nurul Anwar, siapa Nur Anwar Amin dan Amin Idris hahaha....

Kami juga dipertemukan dengan sahabat lama di acara ini. Antara lain : Hans Munthahar, aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan sekarang pengurus Islamic Centre Bekasi, Ismail Ibrahim, Farid Su'udj tokoh Muhammadiyah, Hery Koswara Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.