Wartawan di Simalungun Ditemukan Tewas, Anggota DPR: Usut Tuntas!

·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang wartawan media lokal Mara Salem Harahap ditemukan tewas tertembak di Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Korban yang diduga jadi korban pembunuhan itu menjadi sorotan publik.

Terkait itu, Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung mengutuk keras peristiwa tersebut. Ia meminta agar Polri terutama Polda Sumatera Utara bisa mengusut tuntas kasus tersebut.

Menurut dia, jika benar korban dibunuh maka aksi keji itu dapat dikategorikan tindakan premansime. Maka itu, ia merujuk program Kapolri Jenderal Sulistyo Sigit yang saat ini tengah gencar membasmi aksi premanisme. Menurut dia, polisi mesti mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Mara Salem.

"Saya mengutuk keras kejadian pembunuhan rekan pers tersebut. Apapun motifnya, ini adalah pelanggaran hukum," kata Martin, dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu, 20 Juni 2021.

Pun, ia menyinggung bila aksi itu dikaitkan dengan pemberitaan korban, semestinya ada langkah yang ditempuh oleh pihak yang tersinggung. Sebab, tugas jurnalistik dilindungi Undang-undang.

"Jika memang berkaitan dengan tugas-tugas jurnalistik, ada jalur yang disediakan Undang-undang. Karena tugas jurnalistik itu juga dilindungi oleh Undang-undang,” jelas Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Utara 2 tersebut.

Kemudian, ia berharap kasus ini juga jadi perhatian Polri. Ia yakin Polda Sumut bisa mengusut tuntas kejadian ini.

"Dan, saya minta siapapun yang terlibat agar diusut tuntas dan diberi hukuman berat. Secara pribadi saya menyampaikan turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan penghiburan," tutur Martin.

Sebelumnya, wartawan sekaligus pemilik media lokal, Mara Salem Harahap ditemukan sudah tak bernyawa di dalam mobilnya di Kabupaten Simalungun, Sabtu dini hari, 19 Juni 2021.

Kejadian tersebut diketahui tidak jauh dari rumah korban. Korban mengalami luka tembak di bagian paha.

Pihak Polda Sumut sudah membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku penembakan terhadap Mara Salem Harahap (42). Korban diduga tewas karena ditembak orang tak dikenal (OTK).

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Hadi Wahyudi, mengatakan, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Polres Simalungun hingga saat ini masih menyelidiki kasus itu dan olah tempat kejadian perkara.

"Tim saat sedang bekerja melakukan penyelidikan. Mohon doanya agar segera terungkap," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel