Wartawan Fajar TV Makassar dipanah geng motor

MERDEKA.COM. Harun Rasyid (22), seorang jurnalis Fajar TV menjadi korban kebrutalan geng motor saat melintas di Jalan Veteran Utara, hendak meliput tawuran di Jalan Danko Kota Makassar, Jumat (5/4) malam, sekitar 23.30 Wita. Korban terkena anak panah di bahu sebelah kiri.

Korban kemudian dilarikan ke IGD RS Bayangkara Makassar untuk mengeluarkan anak panah di bahunya. Anak panah sepanjang sekitar 10 Cm ini terbuat dari besi yang ujung tumpulnya diberi tali rapiah.

Kejadiannya berawal saat korban bersama lima rekannya sesama jurnalis televisi hendak meliput tawuran warga di Jalan Dangko kecamatan Tamalate. Korban berboncengan dengan Andry, jurnalis Kompas TV.

Menurut Nurdin, mereka berangkat dari Polsek Makassar di Jalan Kerung-kerung, menuju Jalan Veteran Utara. "Sebelum masuk lampu merah Sungai Saddang, kami beriringan dengan geng motor, mereka mungkin kesal karena kami menyalip para geng motor," jelas Nurdin pada merdeka.com.

Kemudian, tiba-tiba diteriaki salah seorang dari rombongan geng motor.  "Ada yang teriak inimi ambakmi (ini dia, pukul). Jadi kami langsung  tancap gas dan berusaha lari dari rombongan geng motor," kata Nurdin Amir salah seorang rekan Harun yang juga jurnalis Trans TV.

Namun, anggota geng motor malah berusaha menghadang mereka dengan mengeluarkan anak panah. Nahas bagi Harun, dia terkena anak panah di bagian bahu bagian belakangnya. Awalnya Harun tidak menyadari jika ia terkena panah. Dia hanya mengira dia terkena batu bagian pundak.

"Waktu diserang kami berhamburan kemudian berjalan beriringan lagi. Tapi saat tiba di Jalan Mappaoudang Harun baru sadar kalau ternyata ada yang lengket di bahunya, begitu dilihat ternyata ada anak panah," ungkapnya.

Setelah menjalani perawatan, anak panah yang menancap di bahu Harun kemudian dikeluarkan. Harun kemudian langsung pulang ke rumahnya dan tak jadi meliput tawuran di Jalan Dangko.

  Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.