Wartawati Mengaku Diperkosa, Ternyata Selingkuh

Laporan Wartawan Wartakotalive, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakta baru dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap MC (31), wartawati televisi swasta nasional di Jalan Pramuka, Matraman, Kamis (20/6/2013) lalu, terungkap.

Kepada penyidik, MC mengakui memiliki hubungan asmara dengan CK, rekan satu kantornya. CK juga yang mengantar MC sampai di depan gang sempit di Jalan Pramuka sebelum akhirnya MC mengaku diperkosa di tempat itu.

Ini berarti MC mengaku berselingkuh dengan CK, karena MC sudah bersuami. Pengakuan MC ini diungkapkan ke penyidik di depan sang suami.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan adanya hubungan asmara antara MC dan CK terungkap saat keduanya diperiksa penyidik.

Keduanya, kata Rikwanto, mengakui mereka sudah menjalin hubungan asmara selama satu tahun.
"Dari hasil pemeriksaan, MC dan CK mengaku punya hubungan spesial setahun belakangan ini," kata Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/7/2013).

Rikwanto mengatakan, tes kebohongan dengan menggunakan alat "lie detector" kepada MC dan CK sudah dilakukan dan hasilnya harus dikonfirmasi lagi kepada mereka untuk memastikan hasil uji alat tersebut.

"Konfirmasi hasil tes lie detector harus dilakukan, karena ada beberapa hal yang memang perlu ditanyakan kembali," kata Rikwanto.

Dari fakta adanya perselingkuhan antara MC dan CK, Rikwanto mengaku belum dapat memastikan apakah MC membuat laporan palsu atas perkosaan dirinya.

"Kami tidak bisa menduga-duga. Belum ada kesimpulan ke arah sana. Masih menunggu proses penyelidikan selanjutnya," kata Rikwanto.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.