Wasekjen Yastroki luncurkan kampanye perang lawan stroke

Wakil Sekretaris Jenderal Yayasan Stroke Indonesia (Wasekjen Yastroki) Mayjen TNI Purn. Dr dr Tugas Ratmono meluncurkan kampanye perang semesta melawan stroke berpusat di depan Kantor DPRD Yogyakarta, Minggu (30/10).

“Stroke dikenal sebagai silent killer, stroke merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia. Inilah yang membuat Yastroki meluncurkan kampanye perang semesta melawan stroke,” kata Tugas Ratmono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan sebanyak 2.000 orang terlibat langsung dalam kampanye melawan stroke dalam acara Jambore Stroke Indonesia. Dari depan Kantor DPRD Yogyakarta sekitar pukul 09.00 WIB, mereka menggelar kirab keliling Jalan Malioboro menuju Titik 0 KM Yogyakarta.

Baca juga: Epidemiolog sarankan perbanyak aktivitas fisik guna mencegah stroke
Baca juga: Dokter: Hari Stroke Sedunia momentum perkuat germas hidup sehat

Mantan Kepala Pusat Kesehatan TNI ini memandang masyarakat masih abai terhadap bahaya stroke sehingga stroke bisa menjadi pembunuh nomor satu.

“Padahal stroke bisa dicegah, ini yang kami sampaikan dalam kampanye ini,” ucap Tugas Ratmono.

Menurutnya, stroke sangat merugikan bangsa karena banyak menyerang kelompok usia yang masih produktif. Jika menyerang kelompok lansia, kelompok produktif tersita perhatiannya dengan mengurus orang yang kena stroke.

“Kalau sudah terserang stroke, pengobatannya lama sehingga banyak menyita waktu orang yang terserang dan pendampingnya. Maka stroke harus dicegah,” ujar dr Tugas.

Tugas Ratmono menegaskan stroke sebenarnya bisa dicegah. Berbagai cara bisa dilakukan seperti memeriksakan terlebih dulu potensi tubuh terserang stroke seperti tingkat kolesterol dan sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah.

“Olahraga yang teratur setiap hari 30 menit, makanan yang sehat, dan hidup bahagia merupakan cara-cara untuk mencegah serangan stroke,” ucap Tugas.