Washington Post kembangkan staf redaksi dan tambah pusat berita di luar negeri

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - Washington Post pada Senin mengumumkan rencana menambah staf newsroom atau ruang redaksi menjadi lebih dari 1.000 dan menambahkan biro-biro terhangat di Eropa dan Asia untuk menciptakan jejak global yang lebih besar.

Langkah The Post yang dimiliki oleh kepala eksekutif dan miliarder Amazon Jeff Bezos itu sangat kontras dengan banyak industri yang berhemat di tengah gejolak ekonomi dan bergeser dari cetak.

The Post yang pada 2018 mengaku berubah menguntungkan tetapi tidak merilis data keuangan itu berencana mendirikan pusat-pusat berita terkini di Eropa dan Asia untuk liputan berita 24 jam yang lebih kuat.

"The Post bermaksud memastikan bahwa pembacanya di mana saja dapat mengandalkan laporan berita lengkap dan tepat waktu kapan saja, termasuk liputan multi-segi selama jendela dini hari yang kritis di Amerika Utara," kata sebuah pernyataan.

Harian itu telah berusaha meningkatkan jumlah pelanggan digitalnya saat berusaha mengimbangi saingannya New York Times, dengan staf redaksi setidaknya 1.700 dan meningkatkan fokus ke pembaca global.

The Post akan mendirikan biro asing baru di Sydney dan Bogota sehingga jumlah biro asing menjadi 26 setelah mendirikan operasi berbasis di Eropa yang fokus meliput konflik global.

Biro London dan Seoul akan mencakup total 19 reporter dan editor termasuk editor visual, editor audiens, dan setidaknya satu editor multiplatform.

Secara total, surat kabar itu akan menambahkan 44 jurnalis untuk meningkatkan staf ruang redaksi menjadi paling banyak 1.010, termasuk delapan untuk tim teknologi personalnya.

"Kami sangat bersemangat untuk berkembang secara dramatis," kata Marty Baron, editor eksekutif The Post.

"Pembaca akan mendapatkan jurnalisme yang lebih kaya, lebih dalam, lebih cepat, lebih luas, dan lebih inovatif. Ini menandakan kepercayaan yang luar biasa akan masa depan The Post."

Ekspansi tersebut menyoroti kekayaan yang berbeda dari sebuah industri yang diguncang oleh perubahan ekonomi dan baru-baru ini, pandemi global.

Banyak publikasi lokal dan regional mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah pekerjaan di surat kabar berkurang setengahnya dalam dekade terakhir, menurut Pew Research Center.

Menurut konsultan Challenger, Grey & Christmas, pada paruh pertama tahun ini saja, redaksi berita di AS telah memangkas lebih dari 11.000 pekerjaan. Itu adalah tahun terburuk untuk redaksi berita sejak 2008 ketika pemangkasan 14.265 staf redaksi diumumkan.

Bezos, orang terkaya di dunia, membeli koran itu pada 2013 seharga 250 juta dolar AS.