Wasiat Jenderal TNI Wismoyo ke Prabowo, Dekatlah pada Allah SWT

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepergian tokoh militer Nusantara mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purnawirawan) Wismoyo Arismunandar kehadirat Tuhan YME telah menyisakan kesedihan tersendiri bagi Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) ke-13 itu ternyata memiliki kenangan manis dengan Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar ketika masih sama-sama aktif sebagai prajurit baret merah Kopassus.

Prabowo mengisahkan, Jenderal TNI Wismoyo adalah sosok seorang komandan yang memiliki rasa perhatian sangat besar kepada anak buahnya.

Prabowo mengenal sosok Wismoyo ketika dirinya masih berpangkat Letnan Dua Kopassus. Ketika itu, Jenderal TNI Wismoyo masih berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) dan menjabat Wakil Asisten Pengaman (Waaspam) Danjen Kopassandha yang saat ini dikenal dengan nama Kopassus.

"Beliau adalah salah satu guru saya di TNI. Beliau banyak mengajarkan nilai-nilai penting kepada saya saat di TNI, beberapa filosofi yang selalu beliau sampaikan kepada saya dan sampai sekarang saya pakai adalah 'Disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah jiwaku, kehormatan adalah segala-segalanya'," kata Prabowo Subianto dalam keterangan resmi kepada VIVA Militer, Kamis, 28 Januari 2021.

Selain itu, lanjutnya,aAlmarhum Jenderal Wismoyo juga selalu mengingatkan kepada para anak buah agar, 'ojo ngerasani wong atau jangan menjelekkan orang lain dalam bertugas.

"Ajaran-ajaran filosofis Pak Wismoyo ini sangat berpengaruh terhadap saya sampai saat ini, selain itu beliau selalu memberikan teladan dalam memimpin," ujarnya.

Selama menjadi anak buah Jenderal Wismoyo, Prabowo Subianto memiliki kenangan yang hingga saat ini masih teriang jelas dalam ingatannya.

Suatu ketika, prajurit Kopassus akan melaksanakan latihan terjun payung di Lampung. Namun, mantan Pangkostrad itu masih ngotot ingin ikut dalam latihan terjun payung, padahal ketika itu adik ipar Presiden RI ke-2, Jenderal TNI (Purn) Soeharto tengah mengalami cidera lutut.

Karena atasannya itu tetap bersikeras ingin ikut bersama para prajurit yang lain dalam latihan terjun payung, lalu Prabowo Subianto mensiasati dengan mengarahkan almarhum Jenderal TNI Wismoyo agar mendarat di danau agar tercebur dan cideranya tidak semakin parah.

"Akhirnya disiasati, agar beliau diarahkan terjun dan mendarat ke arah danau, bagi kami lebih baik beliau basah kuyup masuk danau ketimbang luka lututnya bertambah parah. Beliau selalu memberi teladan," kata Prabowo.

Kenangan lainnya adalah, ketika Prabowo Subianto akan berangkat menjalankan operasi pertamanya sebagai Komandan Kompi pada akhir Oktober 1978.

Prabowo dijadwalkan memimpin pasukan dan akan berangkat pada pukul 04.00 pagi melalui Lanud Halim Perdanakusuma. Namun, pada pukul 20.00 wib sebelum pesawat take off, Danjen Kopassus ke-9 itu langsung memanggil Prabowo Subianto untuk datang ke kediamannya.

Dalam pertemuan beberapa jam sebelum berangkat operasi itu, almarhum Jenderal TNI Wismoyo menanyakan kesiapan Prabowo selaku Komandan Kompi pasukan.

Dengan polosnya, kemudian Prabowo menjawab bahwa seluruh persiapan mulai dari senjata, peluru, kompas, hingga obat-obatan sudah semuanya dipersiapkan.

Seperti tidak puas mendengar jawaban Prabowo, Jenderal Wismoyo kembali mengulang pertanyaan yang sama kepada Komandan Kompi pasukan Kopassus itu.

"Apalagi yang harus dipersiapkan?" tanya Wismoyo Arismunandar kepada Prabowo Subianto.

Prabowo pun kembali mengulang jawabannya, bahwa dirinya sudah mempersiapkan seluruh pasukan lengkap dengan senjata, peluru, kompas, hingga obat-obatan untuk di medan pertempuran.

Tak lama berselang, baru kemudian almarhum Jenderal Wismoyo menjelaskan maksud pertanyaannya yang disampaikan berulang-ulang kepada dirinya.

"Beliau menjelaskan bahwa saya masih muda, bertanggungjawab atas 100 nyawa pasukan, dan akan menghadapi bahaya maut, karena itu beliau mengingatkan saya untuk dekat kepada Tuhan, Allah SWT barulah saya paham pertanyaan beliau," kata Prabowo.

"Kemudian beliau masuk kamar dan saat keluar beliau membawa bungkusan dan diberikan kepada saya. Dan, isi bungkusan tersebut adalah sajadah, beliau meminta saya menaruh sajadah itu dalam ransel saya selama bertugas," katanya.

Baca: Jenderal TNI Wismoyo Akan Dimakamkan Dekat Makam Soeharto