Waskita Beton Kantongi Kontrak Baru Rp 1,86 Triliun Sepanjang 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pada tahun 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (Waskita Beton Precast) berhasil membukukan perolehan nilai kontrak baru perusahaan sebesar Rp 1,86 triliun.

Perolehan kontrak baru ini didominasi dari proyek eksternal sebesar Rp 998,79 miliar (54 persen) melalui Proyek Jalan Tol Binjai Pangkalan-Brandan, Banda Aceh-Sigli, NCICD dan proyek lainnya. Sedangkan untuk perolehan proyek internal sebesar Rp 866,56 miliar (46 persen) melalui Proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jalan Tol Prabumulih-Muaraenim, Proyek Jalan Pengaman Pantai Paket 4, dan proyek lainnya.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Moch. Cholis Prihanto menyatakan bahwa fokus manajemen pada pasar eksternal sejalan dengan strategi manajemen untuk meningkatkan eksposure ke pelanggan eksternal. Hal ini juga tergambar dari pertumbuhan pelanggan yang meningkat hingga 48,28 persen dari tahun 2019 sebesar 87 pelanggan menjadi 129 pelanggan. Angka tersebut merupakan angka pertumbuhan pelanggan tertinggi dalam 5 (lima) tahun terakhir.

Manajemen baru perusahaan berkomitmen untuk melakukan perbaikan melalui beberapa program kerja yang telah dirancang.

“Manajemen baru akan melakukan perbaikan dengan memastikan sustainability perusahaan dengan penekanan pada restrukturisasi dan integrasi organisasi dengan mengedepankan pengendalian, dan delegasi kewenangan (desentralisasi),” kata dia, Selasa (30/3/2021).

Selain itu, Perusahaan juga berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,21 triliun. Pendapatan tersebut terbilang menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 sejak akhir tahun 2019 hingga saat ini yang menghambat perolehan proyek baru dan proyek yang sedang dikerjakan oleh Perusahaan.

Dengan adanya kondisi Pandemi, proyek yang sudah didapatkan oleh Waskita Beton menjadi terhambat sehingga menekan progress pendapatan tahun 2020. Sisa nilai kontrak yang dimiliki di akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp 4,11 triliun. Hal ini akan menjadi potensi pendapatan usaha di tahun 2021.

Arus kas operasional perusahaan pada akhir tahun adalah sebesar Rp 561,48 miliar atau 21,4 kali jumlah arus kas operasional tahun 2019 yaitu sebesar Rp 26,27 miliar. Nilai ini didukung oleh pencairan termin dari pelanggan sebanyak Rp 3,33 triliun sepanjang tahun 2020.

Manajemen perusahaan menilai pelaksanaan program vaksinasi diyakini akan menjadi katalis positif terhadap kinerja sektor konstruksi, tak terkecuali performa Waskita Beton Precast yang tahun ini optimistis mampu mencatatkan nilai kontrak mencapai Rp 7,88 triliun.

Peningkatan target kontrak Waskita Beton tahun ini tak terlepas dari sisa nilai kontrak pada 2020 sebesar Rp 4,11 triliun, dan target perolehan kontrak baru tahun 2021 yang diproyeksikan mencapai Rp 3,77 triliun.

“Perusahaan memandang dengan adanya program vaksinasi maka bisa memberikan katalis positif untuk pertumbuhan sektor khususnya konstruksi di Indonesia. Diharapkan kondisi ekonomi akan mengalami pemulihan pada semester ke-2 tahun 2021,” ujar Cholis.

Lahirnya SWF Bakal Dongkrak Kinerja Waskita Beton di 2021

Pekerja merangkai baja untuk PC-I Girder di Plant Karawang PT Waskita Beton Precast, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Anak usaha PT Waskita Karya yang mampu memproduksi 450 ribu ton per tahun mewajibkan pekerja dan pegawai kenakan masker dengan kebijakan new normal. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja merangkai baja untuk PC-I Girder di Plant Karawang PT Waskita Beton Precast, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Anak usaha PT Waskita Karya yang mampu memproduksi 450 ribu ton per tahun mewajibkan pekerja dan pegawai kenakan masker dengan kebijakan new normal. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Pemerintah telah melahirkan Sovereign Wealth Fund (SWF)/ Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Lembaga ini akan fokus dalam mendongkrak dan merealisasikan komitmen investasi dari penjuru dunia.

Mulai efektifnya SWF tahun ini, menjadi angin segar bagi perusahaan swasta dan BUMN, khususnya di sektor infrastruktur. Seperti salah satunya PT Waskita Beton Precast Tbk.

"Selain periode program vaksinasi massal, implementasi SWF turut merupakan katalis positif bagi emiten (WSBP). Karena pembiayaan sudah bisa melalui SWF," kata Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama kepada Liputan6.com, Selasa (30/3/2021).

Dijelaskannya, memang kinerja BUMN sektor konstruksi, termasuk Waskita Beton mengalami tekanan. Begitu juga dengan induknya, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk,.

"Kinerja WSKT dan WSBP sebagai anak usahanya tertekan sepanjang 2020 lebih ke akibat pandemi Covid-19," tegas dia.

Meski demikian, pihaknya mengaku kinerja perusahaan infrastruktur, akan bangkit di 2021 dan masih bisa menjadi pilihan para investor.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: