Waskita Beton Precast kerja sama perbaikan dan pembangunan pelabuhan

Agus Salim

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan PT Pertamina Trans Kontinental dalam bidang perbaikan dan pembangunan pelabuhan.

"Kerja sama bisnis ini berlaku selama dua tahun sejak perjanjian ini ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak perusahaan," ujar Direktur PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan kerja sama bidang perbaikan dan pembangunan pelabuhan itu berlokasi di pekerjaan milik anak usaha PT Pertamina (Persero) yang memiliki kegiatan usaha dalam bidang jasa pelayaran, jasa maritim dan jasa logistik serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha tersebut.

Baca juga: Tol Krian-Bunder ditargetkan operasi awal tahun 2020


Ia memaparkan kerja sama itu berupa Kerja Sama Operasi (KSO) dalam bentuk Portion, di mana Waskita Beton Precast sebagai partner akan berperan sebagai perencana atau Engineer, Supply Beton Precast, Readymix dan Kontraktor.

Jarot menyatakan bahwa perusahaan akan terus memperluas perolehan kontrak proyek dari pasar eksternal melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan baik BUMN, swasta, pemerintah hingga perusahaan di luar negeri.

Tercatat perusahaan mengalami peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01 persen atau Rp2,43 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp4,44 triliun pada tahun 2019.

Baca juga: Bahlil: Perbankan Jepang Mizuno tertarik biayai 70 pelabuhan Pertamina


"Hal ini didukung dengan perolehan kontrak eksternal sebesar 63,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 36 persen," paparnya.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana dan Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan.

Hadir dalam acara penandatangan kerja sama ini dari pihak WSBP yaitu Direktur Pemasaran Agus Wantoro, General Manager Hukum Sudarmoyo, dan Sekretaris Perusahaan Siti Fathia Maisa Syafurah. Kemudian dari Pihak PT Pertamina Trans Kontinental yaitu Direktur Operasi Hadi Purnomo dan Direktur Pemasaran Arsono Kuswardanu.

Baca juga: Menhub dukung Pertamina bangun kilang minyak terintegrasi pelabuhan