Waskita Garap Proyek Tunnel Irigasi Terpanjang di Aceh Senilai Rp 456 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya kembali mendapatkan mandat untuk mengerjakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Proyek senilai Rp 456 miliar itu adalah Tunnel Irigasi Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie yang terpanjang di Aceh.

Kontrak proyek pembangunan bangunan pengarah bendungan Rukoh tersebut ditandatangani oleh Senior Vice President (SVP) Infrastructure I Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Nyoman Agus Pastima dengan PPK Bendungan II SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sumatera - I Arifiansyah.

Menurut I Nyoman, penandatanganan kontrak ini membuktikan bahwa Waskita masih dipercaya pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek strategisnya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, adanya kontrak baru sangat berarti bagi Waskita.

“Astungkara, bersyukur sekali bahwa Waskita dipercaya lagi oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19 untuk mengerjakan pembangunan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie di Aceh dengan nilai kontrak 456 miliar. Bendungan ini akan dikerjakan dalam waktu 810 hari kalender dan Waskita memiliki 8 lingkup pekerjaan,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (7/9/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tahap Pembangunan

Pembangunan jaringan irigasi Baliase di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan
Pembangunan jaringan irigasi Baliase di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Lebih lanjut I Nyoman menerangkan terkait fase pengerjaan Tunnel Irigasi terpanjang di Aceh tersebut. ia membagi delapan fase pekerjaan.

“Lingkup pekerjaan yang pertama adalah pekerjaan bendungan pengarah dan kantong lumpur, lalu lingkup pekerjaan yang kedua adalah pekerjaan saluran suplesi Kr. Inong – Terowongan dengan panjang 5.150 meter kemudian lingkup yang ketiga adalah pekerjaan bangunan talang dengan panjang 368 meter,” lanjutnya.

Sementara lingkup pekerjaan yang keempat dijelaskan I Nyoman Agus Pastima adalah pekerjaan saluran irigasi dengan panjang 3.275 meter, lalu lingkup pekerjaan yang kelima adalah pekerjaan terowongan pengarah dengan diameter 5 meter dan panjang 1.025 m.

Berikutnya lingkup pekerjaan yang keenam pekerjaan jalan inspeksi saluran pengarah, lingkup pekerjaan yang ketujuh yaitu pekerjaan jalan akses dengan panjang 5.000 meter, dan lingkup pekerjaan kedelapan adalah pekerjaan bangunan fasilitas bendung.

I Nyoman optimistis pekerjaan pembangunan bendungan ini bisa berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu. “Mudah-mudahan setelah selesai dibangun bisa bermanfaat untuk masyarakat Pidie khususnya dan umumnya masyarakat Aceh,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel