Waskita Karya Bakal Terima Pendanaan Proyek dengan Jaminan Rp 15,3 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana menerima pendanaan Rp 15,3 triliun dari pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi atau sukuk. Hal itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada Jumat, 16 April 2021.

Penggunaan dana Rp 15,3 triliun tersebut untuk menyelesaikan pembangunan berbagai proyek yang sedang dikerjakan. Saat ini, PT Waskita Karya Tbk menunggu persetujuan dari pemerintah.

"Waskita berencana menerima pendanaan sebesar Rp15,3 triliun dari pinjaman perbankan maupun penerbitan obligasi/sukuk. Waskita tengah menunggu persetujuan Kementerian Keuangan untuk penjaminan tersebut,” tutur Sekretaris Perusahaan Waskita, Ratna Ningrum dikutip dari Antara, Sabtu (17/4/2021).

Kelayakan kredit PT Waskita Karya Tbk akan meningkat denga nada penjaminan dari pemerintah sehingga berdampak pada cost of debt yang lebih kompetitif.

Pada 2020 Waskita mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp27 triliun. Kontrak baru tersebut terdiri dari proyek infrastruktur konektivitas 43 persen, proyek infrastruktur sumber daya air 8 persen, proyek gedung 13 persen, proyek engineering, procurement, and construction (EPC) 27 persen, serta kontrak yang diperoleh anak perusahaan 9 persen.

Rapat pemegang saham yang dihadiri oleh 76,03 persen dari seluruh pemegang saham Waskita Karya itu, juga menyetujui beberapa agenda lainnya, seperti laporan tahunan dan laporan keuangan audit Waskita tahun buku 2020, penetapan Kantor Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan tahun 2021, hingga perubahan anggaran dasar Waskita.

Perseroan Optimistis Kinerja Membaik pada 2021

Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)
Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)

Sebelumnya, Dirut Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan Waskita Karya optimistis kinerja operasional dan keuangan mengalami perbaikan signifikan pada 2021 seiring transformasi yang dijalankan perusahaan.

Pada 2021, Waskita menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp26 triliun, yang 80 persen dari target itu berasal dari proyek pasar eksternal dan 20 persen merupakan proyek investasi.

"Investasi pada jalan tol akan tetap dilakukan karena salah satu peran Waskita adalah sebagai agen pembangunan. Waskita juga akan mengincar porsi kepemilikan minoritas bersinergi dengan investor infrastruktur lain," kata dia.

Ia menuturkan, sepanjang 2021, manajemen akan fokus pada pemulihan kinerja pascapandemi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini