Waskita Karya Optimistis Cetak Untung pada 2023

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) saat ini tengah berupaya memperbaiki posisi keuangan. Melalui program 8 stream penyehatan keuangan, Waskita Karya optimistis mencapai kinerja positif dari core business pada 2023.

Pada saat bersamaan, Perseroan juga fokus mengurangi kerugian secara signifikan pada periode penyehatan 2021 dan 2022. Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono membeberkan perkembangan implementasi yang telah dilaksanakan dengan baik pada periode kuartal ke-III 2021.

Di antaranya yang pertama, pada kuartal III 2021, Waskita telah resmi mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah berupa PMN 2021 untuk menyelesaikan proyek jalan tol.

Selain itu, juga ada obligasi penjaminan Pemerintah untuk refinancing serta tambahan modal kerja sindikasi dengan penjaminan Pemerintah. Hal itu untuk melanjutkan dan mendorong percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang dicanangkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sehingga paket lengkap penjaminan Pemerintah telah resmi disetujui pada kuartal III tahun 2021 dan akan difinalisasi pada akhir tahun 2021,” kata Destiawan dalam keterangan resmi, Kamis (4/11/2021).

Selanjutnya, Perseroan juga telah melakukan restrukturisasi utang bank pada Perseroan dan anak usaha. Di mana secara konsolidasian Perseroan telah restrukturisasi utang bank pada level 92,35 persen dari target.

"Dengan restrukturisasi ini Perseroan dapat meningkatkan efisiensi dengan memperpanjang masa fasilitas kredit sampai dengan tahun 2026 dan mendapatkan bunga yang lebih kompetitif,” ujar Destiawan.

Ke depan, Destiawan mengatakan Perseroan fokus mengurangi komposisi utang melalui proses divestasi tol-tol yang akan diselesaikan dengan dukungan likuiditas yang diperoleh dari dukungan Pemerintah.

Setelah melaksanakan aksi korporasi dan restrukturisasi tersebut Perseroan akan fokus meningkatkan kinerja operasional dan keuangan dengan likuiditas jauh lebih baik.

“Perseroan akan fokus dalam menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur sehingga mempermudah proses divestasi yang juga merupakan fokus saat ini dengan tujuan menurunkan kewajiban secara bertahap,” kata dia.

Selain fokus pada penyelesaian proyek existing, Perseroan juga berupaya meningkatkan perolehan nilai kontrak baru dengan fokus pada bisnis water infrastructure, airports, top 3 railroad segment and international growth serta meningkatkan peran komite investasi dan manajemen risiko pada pemilihan proyek-proyek baru tersebut.

“Hingga kuartal III tahun ini, Perseroan telah memperolehan nilai kontrak baru sebesar Rp 12,01 triliun,” ungkap Destiawan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kontrak Baru

Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)
Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)

Terdiri dari proyek investasi/business development (68,05 persen), Pemerintah (24,96 persen), proyek BUMN (4,48 persen) dan proyek swasta (2,51 persen).

Berdasarkan tipe proyek, pencapaian kontrak baru tersebut berasal dari Jalan & Jembatan (58,89 persen), Bangunan (13,03 persen), Infrastruktur Air (12,30 persen), Anak Usaha (11,40 persen), EPC (3,50 persen) dan lain-lain (0.88 persen).

Adapun Perseroan menargetkan total perolehan nilai kontrak baru tahun 2021 adalah sekitar Rp 20,68 triliun.

Hingga kini Perseroan masih optimistis untuk dapat mencapai target nilai kontrak baru sampai dengan akhir tahun dengan likuiditas yang jauh lebih baik dan struktur biaya operasional yang lebih lean. Ke depan manajemen akan terus berupaya menjamin going concern Perseroan dengan implementasi program 8 stream penyehatan keuangan Waskita Karya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel