Waskita Karya raih dua proyek untuk pembangunan IKN Nusantara

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai BUMN konstruksi berhasil memenangkan dua proyek untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur yakni Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung - Jembatan Pulau Balang dan Proyek Jalan Lingkar Sepaku.

"Kita pada Agustus kemarin telah memenangkan dua proyek IKN yakni Proyek Jalan Lingkar Sepaku dengan nilai kontrak sebesar Rp181 miliar," ujar Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono dalam seminar daring di Jakarta, Selasa.

Dia juga menambahkan, proyek IKN lainnya yang dimenangkan oleh Waskita adalah Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung - Jembatan Pulau Balang sebesar Rp2,2 triliun.

"Kami masih mengejar beberapa proyek lagi, dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pada Kuartal III tahun ini sudah proses tender serta harus dimulai karena waktu yang sangat pendek hingga pertengahan tahun 2024," katanya.

Waskita berharap dengan proyek-proyek IKN yang harus dikejar penyelesaiannya sampai dengan pertengahan tahun 2024, maka hal ini akan membantu produktifitas Waskita.

Terkait dengan sumber daya, Waskita sendiri sudah menyiapkan tim khususnya untuk IKN agar mengelola supaya kualitas dan produktifitas bisa terjaga.

Sebelumnya, Kementerian PUPR memulai kegiatan pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tahap 1 senilai Rp5,3 triliun yang ditandai penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan IKN TA 2022 sebanyak 19 paket.

Kementerian PUPR telah menyusun rencana/tahapan pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara periode 2022-2024 dengan total anggaran sebesar Rp43,73 triliun. Pada tahun 2022, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IKN sebesar Rp5,3 triliun.

Setelah selesai proses lelang oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi, kemudian dilakukan penandatanganan kontrak secara simbolis sebanyak 19 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak sebesar Rp5,3 triliun dengan rincian Ditjen Sumber Daya Air total sebanyak enam paket dengan nilai kontrak Rp42,8 miliar.

Kemudian Ditjen Bina Marga sebanyak 8 paket dengan nilai kontrak Rp4,59 triliun, Ditjen Cipta Karya sebanyak 4 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp111,9 miliar, dan Ditjen Perumahan sebanyak 1 paket dengan nilai kontrak Rp567 miliar.

Baca juga: Naik 28,95 persen, Waskita cetak laba Rp294 miliar di semester I
Baca juga: Waskita Karya targetkan dana "right issue" capai Rp900 miliar
Baca juga: Waskita Karya optimis trafik di jalan tol akan terus meningkat