Waskita Mulai Garap Renovasi Masjidil Haram

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - PT Waskita Karya Tbk (Waskita) kembali memperlebar bisnis jasa konstruksi di Timur Tengah dengan mengerjakan proyek renovasi Masjidil Haram, Arab Saudi.

"

Sejak April 2013, Waskita sudah mulai melakukan pengerjaan renovasi Masjidil Haram. Membangun masjid dari sebelumnya 3 lantai menjadi 9 lantai," kata Direktur Utama Waskita, M Choliq, usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Rabu.


Menurut Choliq, proyek berjangka waktu 10 tahun tersebut merupakan kelanjutan kerja sama Waskita dengan Saudi Bin Ladin Group untuk mengerjakan proyek-proyek di Timur Tengah.


"Saudi Bin Ladin Group memilih Waskita karena percaya terhadap kemampuan perusahaan," ujar Choliq.


Ia menambahkan, nilai proyek yang dikerjakan Waskita untuk tahap awal sebesar Rp10 miliar.


"Pengerjaan proyek bertahap, tapi jangka panjang. Ketika musim haji tiba proyek dihentikan sementara, setelah itu dilanjutkan kemudian," ujarnya.


Pada proyek tersebut, Waskita bertindak sebagai subkontraktor, sedangkan kontraktor utama adalah Saudi Bin Laden sendiri.


Meski demikian Choliq tidak merinci berapa besar pendapatan yang diperoleh perusahaan dari proyek pengembangan Masjidil Haram yang dimaksud.


Ia hanya menjelaskan, pendapatan dari proyek-proyek Waskita di luar negeri pada tahun 2013 berkisar Rp500 miliar per tahun, masih relatif kecil dibanding total pendapatan tahun 2013 yang ditargetkan sebesar Rp11,5 triliun.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...