Waskita proyeksikan nilai kontrak baru 2022 berkisar Rp25-30 triliun

·Bacaan 2 menit

PT Waskita Karya Tbk atau Waskita memproyeksikan nilai kontrak baru pada tahun depan berkisar antara Rp25-30 triliun.

"Di tahun 2022, rencana Waskita Karya untuk memproyeksikan nilai kontrak baru berkisar antara Rp25 triliun sampai dengan Rp30 triliun," ujar Direktur Operasi III Waskita, Gunadi dalam public expose daring di Jakarta pada Jumat.

Menurut Gunadi, ekspektasi tersebut didukung dari proyek yang diinisiasi oleh Waskita sendiri, kemudian juga dari proyek-proyek secara konvensional baik dari BUMN maupun kementerian dan swasta.

Total nilai kontrak Waskita selama Semester Pertama tahun ini tercatat sebesar Rp52,87 triliun atau naik 13,93 persen dari total nilai kontrak Semester Pertama tahun 2020 sebesar Rp46,41 triliun.

Baca juga: Usai Cibitung-Cilincing, Waskita siapkan divestasi ruas tol lainnya

Untuk nilai kontrak baru pada Semester Pertama tahun ini tercatat Rp3,12 triliun atau turun 61,65 persen dibandingkan nilai kontrak baru Semester Pertama tahun 2020.

Adapun kontrak baru Waskita dari pemerintah dan BUMN di Semester Pertama tahun ini tercatat Rp2,04 triliun atau naik 4,50 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp1,95 triliun.

Sedangkan untuk kontrak baru dari swasta, Waskita mencatat pada Semester Pertama tahun ini sebesar Rp301,84 triliun atau naik 98,45 persen dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp152,1 triliun.

Baca juga: Waskita resmi jual saham Tol Cibitung-Cilincing kepada PT API

Sebelumnya PT Waskita Karya Tbk meraih kontrak baru senilai Rp460 miliar untuk pembangunan pengendalian banjir dan rob Sungai Loji-Banger Paket I.

Menurut Direktur Operasi II Waskita Bambang Rianto, nantinya proses pengerjaan ini akan memakan waktu 720 hari kalender. Mulai tanggal 30 September 2021 hingga 3 Oktober 2023.

Penunjukan ini setelah selesainya proses pengadaan jasa kontruksi dan konsultasi serta sudah diterbitkanya Surat Penunjukan Penyedia Paket Pekerjaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Lokasi pengerjaan berada di Trase Tanggul di Sungai Loji, Kota Pekalongan. Bambang berharap dengan dibangunnya pengendalian banjir dan rob ini bisa mencegah terjadinya banjir dan rob di wilayah Pekalongan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel