Waskita Toll Road antisipasi peningkatan arus mudik sesuai protokol

Faisal Yunianto

PT Waskita Toll Road (WTR) melakukan antisipasi peningkatan arus mudik Lebaran sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19, khususnya di tempat istirahat dan pelayanan jalan tol (rest area dan SPBU) dan di gerbang tol.

Meski ada kebijakan tidak mudik, namun anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk itu memprediksi kemungkinan adanya peningkatan arus lalu lintas keluar Jakarta sejak 21 Mei 2020 atau H-3 Lebaran.

"Dalam kondisi pandemi COVID-19 dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol diantaranya memastikan kesiapan pelayanan di lapangan agar pengguna jalan tol tidak terkendala," kata Direktur Utama WTR Herwidiakto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Pandemi COVID-19 dan diberlakukannya PSBB dinilai berdampak pada penurunan lalu lintas yang signifikan di ruas tol milik WTR.

Lalu lintas di ruas tol Jakarta mengalami penurunan dari 30 persen sampai dengan 70 persen. Sementara lalu lintas di ruas Tol Trans-Jawa mengalami penurunan dari 30 persen sampai dengan 50 persen dari kondisi normal.

Volume penurunan ini juga dihitung berdasarkan asumsi larangan mudik yang diimbau oleh pemerintah dalam bentuk pengendalian sejumlah transportasi.

WTR bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah membentuk satuan tugas pencegahan dan penanggulangan COVID-19 (Tim Satgas COVID-19) yang bertugas melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengguna jalan tol serta melakukan simulasi penanganan kepada pengguna jalan tol yang terkena masalah kesehatan akibat terdampak virus COVID-19.

Selain itu, BUJT telah menyiapkan posko screening mudik; melakukan pembatasan jumlah kendaraan dan orang di rest area dengan pembatasan waktu parkir kendaraan; serta penyekatan di ruas tol dengan prinsip utama untuk membatasi interaksi langsung antara individu (physical distancing).

Ada pun titik pengendalian transportasi dan posko screening dan penyekatan selama masa mudik di jalan tol milik WTR adalah sebagai berikut:

1. Arus mudik dari arah Jakarta menuju Semarang, dilakukan penyekatan di Gerbang Tol Pejagan. Seluruh pengguna jalan tol akan diarahkan ke akses exit Pejagan dan putar balik kendaraan ke arah Jakarta bagi para pemudik. Untuk angkutan logistik, dilakukan pengecekan standardisasi ODOL (Over Dimenssion Over Load) bagi angkutan yang lolos standardisasi dapat melanjutkan perjalanan ke arah Semarang dan menggunakan jalur exit Pejagan lalu masuk kembali di Gerbang Tol Brebes Timur menuju Semarang.

2. Arus dari Semarang menuju Jakarta, akan dilakukan penyekatan di Brebes Timur. Bagi pengguna jalan tol akan diarahkan ke exit Brebes Timur dan diputar kembali ke arah Semarang. Sedangkan untuk angkutan logistik dilakukan pengecekan standarisasi ODOL apabila telah sesuai dengan standar dapat melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta melalui exit Gerbang Brebes Timur ke arah Jakarta dan masuk kembali di Gerbang Tol Pejagan arah Jakarta.

3. Untuk Gerbang Tol Brebes Barat dan akses keluar masuk akan ditutup dan hanya akan difungsikan untuk akses kendaraan dinas.

4. Sedangkan untuk posko screening mudik terdapat di Rest Area KM 228 A dan 229 B, KM 252 A, 260 B, 275 A, 282 B, 294 B di Pemalang. Gerbang Tol Pemalang, Rest Area 833 A dan 833 B Probolinggo, dan di Exit Gerbang Tol Jakabaring (Sumatera).

Untuk memudahkan penyampaian informasi bagi para pengguna jalan, WTR menyiapkan aplikasi mobile berbasis Android "WTR GO" di mana pengguna jalan tol dapat mengakses aplikasi tersebut untuk mendapatkan informasi lokasi rest area terdekat, gerbang tol selanjutnya, tarif tol, call center, top up uang elektronik, hingga CCTV.

Dalam aplikasi ini juga terdapat info dan tips bagi para pengguna aplikasi untuk mengetahui cara pencegahan penularan COVID-19.

Baca juga: Operator jalan tol antisipasi COVID-19 lewat simulasi pengguna
Baca juga: Waskita selesaikan Jembatan Ogan di ruas Tol Kayu Agung-Palembang
Baca juga: Trans Jabar Tol simulasi penanganan COVID-19 di ruas tol Bocimi