Waspada, 13 Gunung Dunia Termasuk di Indonesia Ini Bisa Meletus Kapan Saja

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian dari Anda mungkin menyukai pemandangan yang ada di pegunungan. Pegunungan dapat menjadi salah satu destinasi untuk berlibur atau rekreasi.

Namun, apa jadinya bila gunung yang Anda kunjungi sebenarnya adalah sebuah gunung api aktif?

Beberapa tempat di dunia memiliki pegunungan dengan pemandangan yang indah, namun seketika bisa menjadi sebuah bencana yang menakutkan.

Dikutip dari Insider, Selasa (17/11/2020), berikut ini 13 gunung di dunia yang bisa meletus kapan saja:

1. Gunung Paektu di Korea Utara

Gunung Paektu di Korea Utara (@nature_room/Twitter).
Gunung Paektu di Korea Utara (@nature_room/Twitter).

National Geographic melaporkan bahwa gunung berapi ini pernah meletus hebat sekitar 1.000 tahun yang lalu, hingga kini para ilmuwan terus mempelajarinya.

Gunung ini ditampilkan dalam propaganda pemerintah Korea Utara, seperti saat Kim Jong-un dan para koleganya menunggangi kuda sampai ke danau di dekat puncak gunung tersebut. Selain itu, Forbes juga mengklaim bahwa uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara, secara tidak sengaja dapat memicu gunung itu untuk meletus.

2. Gunung Shasta di California AS

Gunung Shasta di California AS (@gengtravel_my/Twitter).
Gunung Shasta di California AS (@gengtravel_my/Twitter).

Menurut Survei Geologi AS (USGS), Gunung Shasta biasanya meletus setiap beberapa ratus tahun sekali. Letusan terakhirnya diperkirakan terjadi pada 1700-an.

Namun, Scientific American melaporkan bahwa mungkin letusan itu terjadi sekitar 1250.

The Wall Street Journal mengatakan bahwa para ilmuwan terus mengawasi gunung berapi untuk tanda-tanda kemungkinan meletus. Gunung berapi ini bahkan berada di lima besar di daftar USGS sebagai gunung berapi paling berbahaya di AS, dengan risiko ditentukan oleh potensi letusan dan dampaknya pada manusia.

3. Gunung Fuji di Jepang

Gunung Fuji. (Wkimedia/Creative Commons)
Gunung Fuji. (Wkimedia/Creative Commons)

Gunung Fuji adalah salah satu simbol Jepang yang paling dikenal, gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1707, menurut National Geographic.

Tetapi The Japan Times melaporkan pejabat pemerintah Jepang khawatir gunung itu bisa meletus kembali dan jika itu terjadi, maka akan menyebabkan kerugian miliaran dolar, belum lagi banyak pemukiman yang jaraknya yang dekat dari Tokyo.

The South China Morning Post melaporkan bahwa beberapa ilmuwan bahkan takut jika letusan gunung berapi lain di Jepang baru-baru ini dapat mempengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Fuji, sehingga menyebabkan abu menumpuk dan meletus dari puncaknya.

4. Gunung Hood di Oregon AS

Gunung Hood di Oregon AS (@HeiermanRobert/Twitter).
Gunung Hood di Oregon AS (@HeiermanRobert/Twitter).

The New York Times melaporkan bahwa gunung berapi aktif ini memiliki jarak yang berdekatan dengan pemukiman penduduk yang dihuni oleh 2,5 juta orang. Gunung ini terakhir meletus pada pertengahan 1800-an, menurut USGS.

USGS mengatakan letusan dari gunung ini berpotensi menghasilkan abu dalam jumlah besar dan partikel halus, menghancurkan area Portland dan menyebabkan gangguan jaringan listrik yang meluas serta membuat air setempat tidak aman untuk diminum.

Untungnya, surat kabar lokal The Oregonian melaporkan Gunung Hood diawasi dengan sangat ketat oleh para ilmuwan, yang berarti penduduk bisa mendapat banyak peringatan dini jika tampaknya letusan akan segera terjadi.

5. Gunung Ruapehu di Selandia Baru

Gunung Ruapehu di Selandia Baru (@KWetzka/Twitter).
Gunung Ruapehu di Selandia Baru (@KWetzka/Twitter).

Ruapehu adalah salah satu gunung berapi asli yang digunakan sebagai lokasi pembuatan film untuk Gunung Doom dalam film "Lord of the Rings".

Layanan pemantauan bahaya geologi pemerintah Selandia Baru (GeoNet) saat ini mencantumkan tingkat peringatan untuk Gunung Ruapehu di tingkat satu dari lima, yang menandakan "gunung berapi dengan aktivitas yang kecil." Skala nol menandakan tidak ada aktivitas vulkanik, sedangkan skala lima diartikan bahwa letusan besar sedang berlangsung.

Namun, GeoNet juga mengatakan bahwa letusan dapat terjadi di semua tingkat dan tingkat mungkin tidak bergerak secara berurutan karena aktivitas dapat berubah dengan cepat.

Contohnya seperti pada kasus di bulan Desember 2019, ketika Whakaari / White Island, sebuah gunung berapi yang tidak dianggap dalam risiko letusan, tiba-tiba meletus dan menewaskan 21 orang.

Gunung Ruapehu sendiri merupakan gunung tertinggi di North Island dan terakhir meletus pada 2007.

6. Gunung Tungurahua di Ekuador

Gunung Tungurahua (@gengtravel_my/Twitter).
Gunung Tungurahua (@gengtravel_my/Twitter).

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa gunung berapi di Amerika Selatan ini menunjukkan tanda-tanda keruntuhan struktural.

menurut Science Alert, gunung ini memiliki nama yang berarti "Tenggorokan Api" dan "Raksasa Hitam" dalam bahasa lokal Quechua.

Gunung ini telah meletus pada 1995, menurut para ilmuwan di Oregon State University. Program Vulkanisme Global Smithsonian mencantumkan letusan besar terakhirnya yang terjadi pada tahun 2014.

7. Gunung Kilauea di Hawaii

Gunung Kīlauea di Hawaii (@OAPlanet/Twitter).
Gunung Kīlauea di Hawaii (@OAPlanet/Twitter).

Kīlauea adalah gunung vulkanik yang paling aktif di dunia, menurut Ensiklopedia Britannica. Gunung berapi ini terus-menerus memuntahkan lahar dari sekitar tahun 1983 hingga 2018.

USGS mengatakan tampaknya gunung ini sudah tidak akan meletus lagi. Namun, Scientific American mengatakan bahwa gunung berapi itu "pasti akan segera meletus lagi".

8. Gunung Anak Krakatau di Indonesia

Gunung Anak Krakatau memuntahkan material vulkanik selama letusan seperti yang terlihat dari kapal Angkatan Laut Indonesia di perairan Selat Sunda (28/12). (AP Photo/Fauzy Chaniago)
Gunung Anak Krakatau memuntahkan material vulkanik selama letusan seperti yang terlihat dari kapal Angkatan Laut Indonesia di perairan Selat Sunda (28/12). (AP Photo/Fauzy Chaniago)

Runtuhnya sebagian gunung berapi ini memicu tsunami mematikan pada tahun 2018 yang menewaskan ratusan orang dan sejak itu terus terjadi erupsi, menurut Program Vulkanisme Global Smithsonian.

Para ilmuwan di Oregon State University mengatakan bahwa gunung "Anak Krakatau" sangat tidak dapat diprediksi karena beberapa letusan tidak memiliki pola yang jelas.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mencatat dari Januari hingga April 2020 Gunung Anak Krakatau telah 10 kali erupsi.

Kepala Subdirektorat Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Badan Geologi Nia Haerani menyatakan, Gunung Anak Krakatau diturunkan tingkat aktifitasnya dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada, pada 25 Maret 2019. Aktifitas vulkaniknya masih fluktuatif.

9. Gunung Taal di Filipina

Sumber Twitter : @Nigellasativa5
Sumber Twitter : @Nigellasativa5

Gunung berapi ini terakhir mengalami erupsi pada bulan Januari lalu. Gunung Api Taal telah meletus sebanyak 34 kali dalam 450 tahun terakhir, menurut BBC.

10. Gunung Yasur di Vanuatu

Gunung Yasur di Vanuatu (@TupaiaHealth/Twitter).
Gunung Yasur di Vanuatu (@TupaiaHealth/Twitter).

Di Pasifik Selatan di sepanjang "Cincin Api", telah mengalir lahar dari gunung berapi ini selama berabad-abad, menurut Program Vulkanisme Global Smithsonian.

Salah satu dari sedikit gunung berapi di dunia dengan danau lava yang terlihat, Kantor Pariwisata Vanuatu menyatakan bahwa cahayanya yang menakutkan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata.

Atlas Obscura melaporkan bahwa gunung itu juga dianggap suci bagi kultus kargo John Frum, dengan anggotanya percaya bahwa John Frum, seorang tokoh mitologi yang tiba bersama pasukan Amerika selama Perang Dunia II, tinggal di dalam gunung berapi tersebut.

11. Gunung Erta Ale di Etiopia

Erta Ale Volcano, Danakil Depression, Ethiopia. (Joel Santos/Bored Panda)
Erta Ale Volcano, Danakil Depression, Ethiopia. (Joel Santos/Bored Panda)

Atlas Obscura melaporkan bahwa orang Afar setempat menyebut gunung berapi ini sebagai "gunung berasap" dan "pintu gerbang ke neraka" karena seringnya letusan dan cahaya menakutkan yang dihasilkan oleh danau laharnya.

Gunung berapi ini telah meletus terus menerus sejak 1967, menurut para ilmuwan Universitas Negeri Oregon.

12. Gunung Merapi di Indonesia

Lansia berjalan mobil bak terbuka yang menunggu saat dievakuasi dari rumah mereka di lereng Gunung Merapi, di Krinjing, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2020). Evakuasi dilakukan bagi warga lereng Merapi menyusul peningkatan status aktivitas vulkanik gunung tersebut. (AP Photo/Taufiq Rozzaq)
Lansia berjalan mobil bak terbuka yang menunggu saat dievakuasi dari rumah mereka di lereng Gunung Merapi, di Krinjing, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2020). Evakuasi dilakukan bagi warga lereng Merapi menyusul peningkatan status aktivitas vulkanik gunung tersebut. (AP Photo/Taufiq Rozzaq)

BBC melaporkan bahwa Gunung Merapi telah meletus secara teratur setidaknya sejak tahun 1548. Namun, ini juga berarti gunung berapi tersebut memberikan kesempatan yang baik bagi para ilmuwan untuk mempelajari cara kerja letusan, yang berarti mereka dapat mengembangkan cara untuk memperingatkan orang agar tetap aman.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengeluarkan guguran lava pada Rabu 11 November pagi, dengan jarak luncur 700 meter ke arah Kali Senowo.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya, Rabu, menyatakan guguran lava itu tercatat keluar dari Gunung Merapi pada pukul 03.58 WIB, 04.04 WIB, dan 05.13 WIB. Namun, secara visual hanya terpantau satu kali dari Pos Babadan selama periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pihaknya tengah menyiapkan lokasi pengungsian untuk warga terdampak erupsi Gunung Merapi. Saat ini status Gunung Merapi naik menjadi level III atau siaga.

13. Gunung Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo

Gunung Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo (@lindajrealtor/Twitter).
Gunung Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo (@lindajrealtor/Twitter).

Para peneliti di Oregon State University menyebut Gunung Nyiragongo merupakan "gunung berapi paling berbahaya di dunia".

Ini bukan hanya karena banyaknya lava yang dimuntahkan secara teratur dari danau lava-nya, tetapi karena gas beracun yang dilepaskannya.

Gas-gas tersebut bisa mematikan. Pada Januari 2002, kombinasi gas beracun dan lahar dari Gunung Nyiragongo menewaskan sekitar 100 orang di kota terdekat Goma, menurut BBC.

Reporter: Ruben Irwandi

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: