Waspada, 8 Aplikasi Android Ini Terinfeksi Malware Joker

Liputan6.com, Jakarta - Toko aplikasi Google Play Store kerap kali ditarget aktor jahat untuk menyerang perangkat Android pengguna. Salah satu malware jahat yang patut diwaspadai adalah Joker.

Malware ini digunakan di masa lalu untuk lolos dari pemeriksaan keamanan Google Play Store, sehingga aktor jahat bisa menyusup ke toko aplikasi.

Terbaru, kepolisian Belgia merilis daftar aplikasi yang disusupi malware Joker. Parahnya, sejumlah aplikasi berbahaya menyamar jadi aplikasi populer untuk menipu penggunanya.

Mengutip Mint, Sabtu (28/8/2021), pihak berwenang Belgia menemukan delapan aplikasi di Google Play Store yang terinfeksi Joker.

Karena banyak aplikasi dalam daftar yang menggunakan nama sangat umum, membuat aplikasi-aplikasi jahat ini sulit dikenali. Sejumlah pengguna salah mengiranya sebagai aplikasi sah dan populer.

Daftar aplikasi ini pertama kali diumumkan oleh perusahaan keamanan siber Quick Heal. Aplikasi-aplikasi ini sudah dihapus oleh Google dari toko aplikasinya, namun kemungkinan sudah banyak orang yang menginstalnya di perangkat mereka.

Untuk itu, aplikasi-aplikasi tersebut harus dihapus dari perangkat Android pengguna untuk menghindari terkena malware Joker. Ke delapan aplikasi ini adalah:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

8 Aplikasi Jahat

Android malware (ist.)
Android malware (ist.)

1. Auxiliary Message

2. Element Scanner

3. Fast Magic SMS

4. FreeCamScanner

5. Go Messages

6. Super Message

7. Super SMS

8. Travel Wallpapers

Apa Bahayanya Malware Joker?

(foto: phonearena.com)
(foto: phonearena.com)

Sekadar informasi, malware Joker merupakan malware berbahaya yang suka mencuri informasi dari perangkat korbannya. Informasi pengguna didapatkan dari pesan SMS, daftar korban, dan informasi perangkat.

Karena berjenis trojan, malware Joker diam-diam berinteraksi dengan situs web iklan dan membuat korban berlangganan layanan premium tanpa sepengetahuan mereka.

Layanan berlangganan ini mengambil uang dari rekening bank korbannya. Menurut laporan Quick Heal, saat dibuka, aplikasi ini meminta akses notifikasi yang akan digunakan untuk mendapatkan data notifikasi.

Aplikasi kemudian mengambil data SMS dari notifikasi dan meminta akses Kontak. Ketika akses diberikan, aplikasi membuat dan mengelola izin panggilan telepon.

Selanjutnya, malware terus bekerja tanpa sepengetahuan pengguna.

(Tin/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel