Waspada, Cari Tahu Soal Phising atau Pencurian Informasi yang Membahayakan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Phising mungkin belum begitu familiar di telinga masyarakat umum Indonesia. Padahal, tindakan ini sangat merugikan korban. Phising merupakan tindak memperoleh informasi pribadi seperti ID pengguna, PIN, nomor rekening bank, serta nomor kartu kredit dengan cara yang tidak sah.

Informasi ini didapati untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit, atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah oleh pihak tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Siberkreasi dan Facebook menyelenggarakan literasi digital untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya phising. Literasi digital ini dikemas dalam bentuk Siberkreasi Hangout Online : Waspada Phising dengan Iming-iming, pada Kamis (11/02).

“Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dengan segala kemudahan dalam mengakses internet membuat kegiatan phising ini sangat sering terjadi. Dibutuhkankewaspadaan yang tinggi agar masyarakat tidak mudah terlena dalam memberikan informasi data di dunia siber ini,” ujar Nur Fitriana, Pengembang Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Selama masa pandemi ini, menurut Fitria, menjadi lahan bagi para pelaku yang biasanya menyasar orang tua, siswa, dan guru yang masih minim dengan literasi digital.

"Kebanyakan mereka tergiur akan iming-iming hadiah, berupa kuota gratis atau potongan belanja online. Sehingga tanpa sadar mereka masuk ke situs-situs palsu dan memberikan datapribadi, yang mana merupakan salah satu modus dari phising ini," katanya.

Penyebab Phising

Ilustrasi Penipuan Secara Phising Credit: unsplash.com/Jefferson
Ilustrasi Penipuan Secara Phising Credit: unsplash.com/Jefferson

Phising disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hal ini. Sehingga, kerap kali masyarakat terjebak dengan tampilan situs palsu yang menyerupai situs resmi atau dengan tawaran hadiah.

“Facebook, Instagram serta WhatsApp, kita sering memperbarui fitur-fitur yangmembantu pengguna untuk tetap aman bersosial media. Facebook selalu mengeceksecara teratur guna memastikan tidak ada akun-akun palsu yang melakukan tindakanphishing ini. Facebook dan Instagram juga memiliki fitur keamanan, seperti email fromInstagram atau email from Facabook yang memastikan pengguna email resmi yang dikirimkan oleh platform,” ujar Dessy Sukendar, Policy Program Manager Facebook Indonesia.

Siberkreasi sebagai Gerakan Nasional Literasi Digital yang mendukung dan menyebarkan konten positif, menilai masyarakat sudah selayaknya mendapatkan informasi yang tepat guna meminimalisasi tindak kejahatan siber ini. Kegiatan webinar yang rutin diselenggarakan oleh Siberkreasi dan Kementerian Kominfo ini sebagai bentuk upaya bersama dalam mengedukasi publik mengenai hal-hal yang berkaitandengan tindak kejahatan siber.

#elevate women