Waspada Ciki Ngebul, Ini 8 Strategi Kemenkes Cegah Bahaya Nitrogen Cair pada Makanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian kesehatan (Kemenkes) tidak merekomendasikan penggunaan nitrogen cair pada pangan siap saji terutama di jajanan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji yang dikeluarkan Kemenkes pada Jumat (6/1) lalu.

"Jadi untuk para pelaku usaha yang misalnya keliling atau di pasar malam atau katakan lah yang di masyarakat itu kita rekomendasikan untuk tidak menggunakan nitrogen cair pada pangan siap saji mengingat ada beberapa kasus yang dilaporkan akibat mengkonsumsi ciki ngebul ini," kata Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes dr. Anas Maruf saat konferensi pers, Kamis (12/1).

Sebagai upaya kewaspadaan dan antisipasi, Kemenkes telah menyiapkan delapan startegi. Pertama, Kemenkes meminta Dinas Kesehatan (Dinkes), puskesmas, dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cair yan beredar di masyarakat di wilayah kerjanya.

Yang kedua, pihaknya memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan pihak-pihak terkait terhadap bahaya nitrogen cair pada pangan siap saji. Lalu, juga memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah, anak-anak, dan masyarakat terhadap bahaya nitrogen cair pada pangan siap saji.

"Untuk restoran yang menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji harus di bawah pembinaan dan pengawasan dari Dinkes setempat dan pihak terkait serta diberikan informasi cara konsumsi yang aman kepada konsumen," kata Anas.

Kelima, tempat pengelolaan pangan (TPP) selain restoran, seperti gerai pangan jajanan keliling tidak direkomendasikan menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang dijual.

“Jika terjadi keracunan pangan yang disebabkan penambahan nitrogen cair agak dilakukan investigasi oleh Tim Gerak Cepat sesuai dengan Permenkes nomor 2 tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan,” tambah Anas.

Terakhir, rumah sakit berkoordinasi dengan Dinkes setempat dan memberikan laporan apabila terjadi KLB keracunan pangan yang disebabkan oleh nitrogen cair. Adapun yang dimaksud dengan KLB adalah penambahan kasus dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. [ray]