Waspada COVID-19 Naik Lagi, Sri Mulyani Siap Maksimalkan APBN

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Padahal, dia mengatakan, negara maju kini tengah menikmati percepatan pemulihan ekonomi pasca program vaksinasi COVID-19.

Sebagai informasi, Data Satuan Gugus Tugas Nasional COVID-19, konfirmasi kasus positif COVID-19 bertambah sebanyak 8.892 orang kemarin. Sehingga, total orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 1.885.942.

"Kita sekarang di Indonesia menunjukkan adanya gelombang kenaikan. Untuk Indonesia kita perlu melakukan kewaspadaan yang sangat tinggi," kata dia dalam webinar yang digelar Jumat, 11 Juni 2021.

Sri menekankan, lonjakan kasus COVID-119 tersebut harus menjadi perhatian bersama. Sebab, pada tahun ini pemerintah menargetkan adanya percepatan pemulihan ekonomi Indonesia mulai kuartal II-2021.

"Kita sebetulnya berharap 2021 ini dengan adanya vaksinasi dan tetap melaksanakan protokol kesehatan, kita harap pemulihan ekonomi rebound dan recovery itu bisa berjalan terutama pada kuartal II," papar Sri.

Karena itu, Sri menegaskan, fokus pemerintah kini adalah untuk menangani Pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Dibuktikan dari peranan APBN yang terus dikucurkan untuk membantu masyarakat.

"Pemerintah tetap fokus bagaimana menangani COVID-19 dan pemulihan ekonomi, itu perhatian kita yang hari ini, saat ini dan detik ini. Untuk itu instrumen APBN kita melakukan fungsinya dengan maksimal," tegasnya.

Selain data positif yang mengalami peningkatan, Satgas COVID-19 Nasional pada 10 Juni 2021 mengumumkan bahwa jumlah yang meninggal bertambah 211 orang. Sehingga total kematian mencapai 52.373 orang.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh dari Pandemi COVID-19 bertambah sebanyak 5.661. Dengan demikian, total angka kesembuhan secara nasional sudah menembus 1.728.914 orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel