Waspada Dinding Rumah Retak Saat Musim Hujan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Musim hujan membuat dinding rumah lembap dan menimbulkan keretakan. Retak halus atau retak rambut disebabkan faktor non-struktural, seperti perbedaan muai susut bahan yang terkait dengan suhu, serta komposisi bahan yang kurang tepat.

Sementara itu, dinding lembap—biasa disebut ompol—disebabkan rembesan air hujan, celah yang terbentuk pada pertemuan dinding rumah Anda dengan rumah sebelah, serta pengecatan pengecatan dinding luar yang tidak sempurna.

Setelah di telisik, dikutip dari liputan6 ada beberapa alasan kenapa tembok rumah retak. Berikut penjelasannya

Perubahan cuaca

Seperti yang dijelaskan di atas, faktor cuaca bisa menyebabkan tembok rumah Anda retak. Pasalnya, hangat atau dinginnya cuaca dapat mempengaruhi bahan bangunan menjadi memuai atau menyusut.

Retakan tidak serta merta langsung panjang atau lebar, melainkan mulai pada retakan kecil. Apabila di rumah Anda terdapat dinding yang mengalami keretakan dengan kondisi kecil, sebaiknya jangan dianggap remeh agar tidak menimbulkan permasalahan lain yang lebih serius.

Terlalu banyak berat beban

Salah satu faktor tembok berat dinding karena banyak beban yang ditempatkan pada lantai atau langit-langit. Bisa jadi jika Anda memiliki hunian dua lantai, berat beban pada lantai dua sangat berat jadi tembok bisa mengalami keretakan.

Struktur bangunan yang salah

Memiliki stuktur bangunan yang salah bisa menjadi biang kerok tembok pada dinding retak. Kondisi struktur bermasalah biasanya juga tidak hanya terjadi pada dinding retak, tetapi juga terjadi pada pintu yang melengkung, atau lantai yang tidak rata.

Jika kondisi itu terjadi pada rumah Anda, sebaiknya Anda segera meminta jasa kontraktor bangunan untuk memperbaikinya. Sebab, jika didiamkan akan membahayakan hidup Anda.

Bahan bangunan

Tidak bisa dipungkiri, penyebab tembok dinding retak adalah salah dengan bahan bangunan sejak awal. Bahan bangunan yang tidak berkualitas akan menentukan kerekatan material lain seperti semen pada proses plesteran. Untuk itu, Anda wajib jeli memilih material bangunan dan memperhatikan tahap-tahap proses pembangunan rumah sampai pada tahap penyelesaian.

Ingat, ciri-ciri dari rumah kuat adalah strukturnya kuat dan padat, serta memiliki dinding yang tak mudah retak. Untuk membangun suatu rumah yang kokoh, Anda perlu memulainya dengan memilih semen yang tepat. Semen yang dapat membangun struktur kuat dan tahan lama, juga semen yang mampu membuat dinding tampak halus dan indah.

(*)