Waspada Gejala Long COVID, Virus Corona Menyerang Lebih dari 90 Hari

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – Gejala virus corona atau COVID-19 bisa dialami siapa saja. Namun, efek yang tersisa dari virus mematikan ini ternyata bisa lebih lama bertahan dalam tubuh. Bagi pasien yang mengalaminya, penyakit ini menjadi hal yang sulit untuk dihadapi. Disebut dengan istilah Long COVID, virus ini bisa menyerang pasien dalam jangka waktu yang lama.

Seperti diketahui, banyak pasien COVID-19 pulih dalam waktu sekitar 2 minggu dan sembuh setelah gejala mereka mereda, banyak yang terus mengalami efek infeksi yang bertahan lama, bahkan setelah mereka dinyatakan negatif dari virus ini.

Dikutip laman Times of India, dalam penelitian terbaru, ditemukan bahwa sekitar 96 persen pasien COVID yang mengalami sakit lama mengalami sejumlah gejala selama lebih dari 90 hari.

Disebut dengan istilah Long COVID, apakah itu dan siapa yang berpotensi menularkan penyakit ini?

Long COVID adalah istilah yang digunakan untuk menentukan gejala yang dihadapi oleh pasien COVID-19 bahkan setelah mereka sembuh dari penyakit dan dinyatakan negatif untuk penyakit ini. Menurut National Institute for Health and Care Excellence (NICE), Long COVID umumnya berlangsung selama lebih dari 12 minggu, meskipun beberapa orang lain menganggap gejala yang berlangsung lebih dari delapan minggu sebagai Long COVID.

Berkenaan dengan COVID jangka panjang, para peneliti mengatakan, mereka yang mengalami hal ini berpotensi mengalami kerusakan permanen pada paru-paru, jantung, ginjal, atau otak mereka atau terus mengalami gejala melemahnya kondisi tubuh meskipun tidak ada kerusakan yang terdeteksi pada organ-organ ini.

Durasi gejala Long COVID

Menurut sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan di medRxiv, mengklaim bahwa banyak pasien Long COVID tidak dapat kembali bekerja hingga enam bulan setelah terinfeksi. Studi tersebut mengamati 3.762 orang dari 56 negara berusia 30 hingga 59 tahun yang mengalami gejala COVID selama lebih dari 28 hari.

Studi ini dilakukan untuk mengkarakterisasi gejala dan perjalanan waktu pada pasien dengan COVID-19 yang panjang, bersama dengan dampaknya pada kehidupan sehari-hari, pekerjaan, hingga kembali dalam kondisi sehat seperti semula.

Sesuai penelitian, 96 persen pasien Long COVID menderita gejala berbeda selama lebih dari 28 hari dan beberapa pasien tidak pulih sepenuhnya bahkan setelah 6 hingga 7 bulan setelah diagnosis.

Gejala yang paling sering dilaporkan pada penderita Long COVID bisa bervariasi. Namun banyak pasien yang melaporkan gejala yang umum terjadi pada pasien Long COVID. Dengan bantuan penelitian, para peneliti berhasil menentukan 3 gejala yang paling sering dilaporkan pada pasien COVID yang berlangsung lama, yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Berikut adalah 3 gejala yang biasa diamati pada sebagian besar pengidap Long COVID:

Kelelahan
Kelelahan, yang merupakan keadaan merasa lelah, telah dilaporkan pada lebih dari 80 persen pasien Long COVID sesuai penelitian yang diterbitkan di medRxiv. Selain itu, menurut laporan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Februari, kelelahan adalah gejala COVID-19 yang paling umum ketiga.

Kabut otak
Sesuai penelitian yang sama, 58 persen pasien Long COVID melaporkan tanda-tanda kabut otak atau kebingungan mental.

Malaise pasca-aktivitas / olahraga
Orang dengan Long COVID yang menderita sakit yang lama juga menghadapi malaise pasca-aktivitas, yaitu kondisi di mana seseorang mengalami gejala yang memburuk pasca aktivitas fisik atau mental ringan. Sekitar 72 persen mengalami gejala ini, menurut penelitian.

Gejala lainnya
Selain kelelahan, malaise pasca-aktivitas, dan kabut otak, yang dilaporkan sebagai gejala Long COVID yang paling umum, studi juga menekankan pada gejala lain mulai dari sensasi neurologis, sakit kepala, masalah memori, nyeri otot, insomnia, jantung berdebar-debar, sesak napas, pusing, masalah keseimbangan hingga masalah bicara.

Seperti diketahui, saat ini kasus COVID-19 masih tinggi. Patuhi selalu protokol kesehatan dan lakukan selalu 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#pakaimasker
#jagajarak
#ingatpesanibu
#satgascovid19
#cucitanganpakaisabun