Waspada Gelombang Kedua, Kenali 4 Gejala COVID-19 Terbaru

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lebih dari satu tahun pandemi COVID-19 sudah berlangsung dan hampir semua orang sudah tahu apa saja gejala umum penyakit ini. Menurut beberapa studi, orang bisa menderita COVID-19 tanpa menunjukkan gejala.

Kini, tanda seperti mata merah muda, kehilangan pendengaran menjadi perhatian. Selain itu, banyak orang diduga juga mengalami komplikasi gastrointestinal ketika terinfeksi COVID-19.

Tak hanya gejala baru, para dokter juga melaporkan kedaruratan adanya strains virus baru dan perubahan mutasi sehingga virus lebih menular dan bisa menyerang organ vital.

Berikut empat gejala paling baru COVID-19 yang perlu diwaspadai seperti dilansir laman Times of India.

Pink eye atau mata merah muda

Menurut studi di China, mata merah muda atau konjungtivitis juga bisa menjadi tanda COVID-19. Kondisi ini meliputi kemerahan, bengkak dan mata berair. Dalam studi ditemukan bahwa dari semua partisipan, 12 di antara yang terinfeksi oleh strain virus baru menunjukkan gejala konjungtivitis.

Dari 12, 11 orang dengan gejala konjungtivitis positif COVID-19 melalui tes swab hidung, dan dari partisipan ini, dua orang dinyatakan positif COVID-19 lewat swab hidung dan mata.

Satu-satunya penjelasan masuk akal dari keterkaitan COVID-19 dengan mata sejauh ini adalah mata bisa memicu penularan virus di paru-paru. Para ilmuwan menjelaskan, virus bisa berpindah ke tubuh melalui membran mukus okular yang ada di mata. Namun, penelitian lebih jauh dibutuhkan pada area ini untuk mengetahui apakah virus bisa mempengaruhi penglihatan.

Pendengaran rusak

Kehilangan pendengaran atau bunyi berdenging di telinga juga bisa menjadi tanda infeksi virus corona yang parah. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Audiology, terungkap bahwa COVID-19 bisa memicu masalah pendengaran. Mengalami bunyi berdenging pada salah satu atau kedua telinga dikenal dengan istilah tinnitus.

Beberapa orang bahkan mengalami kehilangan pendengaran sementara waktu ketika terinfeksi. Menurut studi, 7,6 persen orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami sejenis masalah pendengaran.

Kondisi gastrointestinal

COVID-19 menyebabkan infeksi pada sistem pernapasan atas. Jadi, tidak banyak yang mengaitkan masalah gastrointestinal dengan COVID-19. Tapi, dalam beberapa kasus, telah diobservasi bahwa diare dan muntah bisa menjadi tanda COVID1-19. Para ahli dalam bidang sains medis telah memperingatkan untuk tidak meremehkan gejala diare atau muntah di masa seperti ini.

Kelelahan dan lemas

Lemas yang amat sangat dan kelelahan juga dilaporkan sebagai tanda awal infeksi COVID-19. Banyak orang mengalami kelelahan yang ekstrem dan lemah saat terinfeksi virus ini. Ini mungkin terjadi karena adanya sitokin, yang membangkitkan sistem imun sebagai rekasi terhadap infeksi apapun di dalam tubuh. Ketika tubuh melawan infeksi, tubuh juga bisa sangat kelelahan.