Waspada, Gelombang Tinggi Diprediksi Terjadi di Pantai Selatan Cianjur

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, menyebut pantai di Cianjur Selatan saat ini berstatus waspada. Warga dan nelayan pun diimbau untuk tetap waspada, sebab gelombang tinggi diprediksi akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Irfan Sopyan, mengatakan semula cuaca buruk disertai gelombang tinggi terjadi hingga 15 Agustus, namun nyatanya hingga saat ini gelombang tinggi masih terus terjadi.

"Pantai selatan saat ini berstatus waspada dan diprediksi gelombang tinggi di pantai selatan terjadi hingga sepekan ke depan," ujarnya, Selasa 17 Agustus 2021.

Menurut Irfan, pihaknya juga memperpanjang status waspada hingga sepekan ke depan sebab gelombang tinggi dikhawatirkan kembali menimbulkan abrasi seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

"Makanya kita minta warga dan pedagang yang di pesisir pantai untuk waspada. Kami juga siagakan relawan untuk memantau kondisi ombak, sehingga jika terjadi abrasi warga yang terancam bisa segera evakuasi," katanya.

Selain itu, Irfan mengimbau agar masyarakat terutama anak-anak tidak berenang. Pasalnya beberapa hari lalu sejumlah santri terseret dan satu diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal.

"Jangan dulu berenang di pantai, apalagi terlalu ke tengah. Dikhawatirkan kejadian kemarin terulang lagi dan mengakibatkan korban jiwa," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Dinas (UPTD) Balai Perikanan Cidaun Kabupaten Cianjur Eli Muslihat, mengatakan, selama terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi, nelayan di Jayanti diimbau untuk tidak melaut.

"Untuk saat ini total semua nelayan tidak melaut, terlebih setelah terjadi gelombang tinggi. Kami juga terus imbau agar tetap waspada, jangan melaut sebab khawatir perahu terbalik dan nelayan tenggelam," ujarnya.

Laporan: Deni Hendra/tvOne Cianjur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel