Waspada, Ini 10 Serangga Paling Berbahaya di Dunia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hewan-hewan ini tidak punya taring atau tubuh yang besar. Tapi mereka bisa membunuh puluhan nyawa, bahkan setengah juta orang per tahun. Mereka adalah serangga.

Predikat "hewan paling mematikan dunia" diberikan oleh CDC kepada nyamuk karena mampu menularkan banyak penyakit, mulai dari demam berdarah hingga zika.

Semut juga termasuk hewan berbahaya, terutama spesies semut siafu dari Afrika Timur yang sekali jalan bisa mengajak 20 juta kawan-kawannya.

Bila tertarik dunia serangga dan bahayanya, berikut 10 serangga paling berbahaya di dunia, seperti dirangkum situs Pointe Pest Control, Senin (15/11/2021):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Semut Peluru

Semut peluru (Wikimedia Commons)
Semut peluru (Wikimedia Commons)

Semut peluru (Paraponera clavata) memiliki habitat di hutan hujan yang berada di Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Hati-hati dengan semut ini. Ketika disengat, rasa sakitnya bisa seperti disuntik. Racunnya bisa terasa hingga 24 jam dengan dampak berkeringat, gemetaran, demam, bahkan kelumpuhan.

Saat ini, populasi semut peluru adalah populasi semut terbesar di dunia.

2. Lebah Pembunuh

Ilustrasi: Penampakan lebah madu di sebuah peternakan di Navajas, Matanzas, Kuba, 21 Maret 2019. Tempat ini menyimpan banyak bunga liar yang menjadi makanan lebah. (YAMIL LAGE/AFP)
Ilustrasi: Penampakan lebah madu di sebuah peternakan di Navajas, Matanzas, Kuba, 21 Maret 2019. Tempat ini menyimpan banyak bunga liar yang menjadi makanan lebah. (YAMIL LAGE/AFP)

Lebah madu afrikanisasi (africanized bee) adalah subspesies hibrida dari lebah madu Eropa (Apis mellifera).

Jenis lebah ini berbahaya dan siap mengejar pihak-pihak yang mengganggu sarang mereka. Venom di sengatan mereka tak terlalu berbahaya, tetapi mereka sering berkelompok, sehingga jumlah sengatan kepada korban bisa lebih dari satu.

Jumlah venom dalam jumlah besar akhirnya bisa berakibat fatal bagi korban.

3. Human Botfly

Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon
Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon

Human botfly (Dermatobia hominis) merupakan jenis lalat yang tidak memiliki racun. Namun mereka berbahaya karena bisa meninggalkan telur di kulit mamalia.

Lokasi yang dijadikan tempat bertelur bisa mengakibatkan pustula di kulit dan bisa memicu rasa sakit.

Waspadalah sebab warna lalat ini mungkin terlihat seperti bumblebee yang bersahabat, tetapi ternyata bukan. Spesies serangga ini ada di Amerika Selatan.

4. Semut Api

Hama semut merah di Australia. (Qld Department of Agriculture and Fisheries)
Hama semut merah di Australia. (Qld Department of Agriculture and Fisheries)

Spesies semut api tak hanya berbahaya dari manusia. Semut-semut ini bahkan membunuh hewan lain, seperti tikus kecil atau burung, bahkan semut-semut lain.

Ukuran semut api tidak sebesar semut peluru, tetapi ukuran mereka yang kecil dan populasinya yang tinggi justru bisa membuat mereka lebih berbahaya.

5. Ulat Bulu Kucing

Ilustrasi dedaunan Credit: pexels.com/Kelly
Ilustrasi dedaunan Credit: pexels.com/Kelly

Pernah melihat foto ulat bulu yang memiliki bulu-bulu panjang dan tampak halus? Mereka disebut ulat kucing atau puss caterpillar.

Meski nama dan bentuknya lucu, serangga ini memiliki venom yang berbahaya. Jangan disentuh. Sebab bulu mereka bisa menyebabkan rasa yang sangat perih.

6. Kumbang Vampir

Ilustrasi dokter/dok. Unsplash Hush Naidoo
Ilustrasi dokter/dok. Unsplash Hush Naidoo

Kumbang vampir (Triatominae) juga disebut kumbang kissing.

Kenapa namanya terdengar romantis? Ternyata kumbang ini suka menggiggit bibir seseorang saat sedang tidur.

Gigitannya memang tidak berbahaya, tetapi para kumbang vampir ini bisa menularkan penyakit bernama Chagas. Tiap tahun, 12 ribu orang tewas akibat "ciuman" kumbang ini.

Spesies ini utamanya dapat ditemukan di benua Amerika, meski ada juga di Asia, Afrika, dan Australia.

7. Lalat Tsetse

Photo by Anna Shvets from Pexels
Photo by Anna Shvets from Pexels

Reputasi Lalat Tsetse mungkin sudah cukup terdengar di Indonesia. Tiap tahun, ada setengah juta orang mennggal akibat lalat.

Lalat tsetse bisa menyebabkan "penyakit tidur". Apabila tak ditangani dengan tepat, dampaknya bisa fatal.

Pada kasus serius lain, racun dari lalat ini bisa menyerang sistem saraf. Korban jadi sulit bergerak, bicara, atau berdiri.

8. Semut Safari

Semut siafu. Dok: wikicommons
Semut siafu. Dok: wikicommons

Spesies Dorylus memiliki beberapa nama: semut pengemudi, semut safari, dan siafu.

Semut safari ini utamanya ditemukan di Afrika tengah dan timur.

Dalam satu koloni siafu, jumlahnya bisa mencapai 22 juta semut. Angka mereka yang besar dijadikan modal agar bisa menarget hewan bahkan serangga lain.

Sifat semut agresif ini membuat gajah sampai menghindari mereka.

9. Tawon Pembunuh

Bisa tawon Asia (wikipedia)
Bisa tawon Asia (wikipedia)

Tawon pembunuh atau tawon raksasa Asia (Vespa mandarinia) berasal dari Asia Timur.

Jangan heran kenapa mereka disebut "pembunuh", sebab mereka suka mengoyak leher para lebah muda yang innocent, bahkan menghancurkan sarangnya.

Sengatan tawon ini kepada manusia tentunya sangat menyakitkan, bahkan bisa berakibat fatal. Rata-rata, ada 30-50 kematian di Jepang tiap tahunnya akibat tawon ini.

10. Nyamuk

Ilustrasi nyamuk demam berdarah (DBD). (Photo by FotoshopTofs on Pixabay)
Ilustrasi nyamuk demam berdarah (DBD). (Photo by FotoshopTofs on Pixabay)

Inilah hewan paling mematikan di dunia. Ada banyak penyakit yang ditularkan dari nyamuk, sebut saja malaria, zika, virus nil barat, demam kuning, demam berdarah, chikungunya, dan lymphatic filiariasis.

Pada 2017, situs Barcelona Institute for Global Health mencatat tiap tahun ada setidaknya 700 ribu orang yang meninggal di dunia karena penyakit yang ditularkan nyamuk. Pada 2019 saja, WHO mencatat ada hampir setengah juta orang meninggal karena malaria.

Tak heran, CDC Amerika Serikat menyebut nyamuk adalah hewan paling berbahaya di dunia.

Infografis 5 Tips Ajarkan Anak Pakai Masker Cegah Covid-19

Infografis 5 Tips Ajarkan Anak Pakai Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis 5 Tips Ajarkan Anak Pakai Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel