Waspada, Ini Ciri Daging Ayam Tiren dan Berformalin

Tasya Paramitha, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVADaging ayam menjadi sumber protein yang disukai masyarakat karena harganya yang murah dan mudah diolah. Tingginya permintaan daging ayam di pasaran terkadang tidak menutup kemungkinan membuat sejumlah pihak melakukan tindakan tidak terpuji.

Tidak sedikit orang 'nakal' yang sengaja menjual daging ayam bangkai (tiren) atau bahkan daging ayam berformalin. Maka dari itu, penting bagi kita mewaspadai hal tersebut. Lalu, bagaimana kita mengetahui ciri dari ayam tiren atau ayam berformalin?

Baca Juga: Ayam Broiler vs Ayam Kampung, Mana yang Lebih Baik?

Dalam virtual conference JAPFA bertajuk ‘Daging Ayam Sebagai Sumber Protein Hewani: Fakta dan Hoaks’, diungkapkan tips mengetahui daging ayam tiren dan berformali oleh oleh Ahli Kesehatan Masyarakayat Veteriner dari IPB, Dr.drh. Denny Lukman, M.Si. Berikut ini di antaranya.

1. Perhatikan sayap ayam

Dijelaskan bahwa pada ayam tiren, pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna biru kehitaman karena berisi darah.

2. Perhatikan permukaan karkas

Permukaan karkas ayam tiren biasanya terlihat warna kemerahan seperti memar.

3. Perhatikan pembuluh darah di kulit

Pembuluh darah kapiler pada ayam tiren terlihat jelas merah kehitaman pada daging terutama di potongan saluran nafas (trakea), saluran makan (esofagus) dan pembuluh darah terisi darah dan berwarna kehitaman atau gelap.

Sedangkan untuk ciri-ciri dari ayam berformalin, kata Denny, dapat diketahui dari permukaan kulit ayam. Dia menjelaskan bahwa ayam berformali, jika dicubit bagian kulitnya, maka kulit tidak kembali ke semula dan kulit terlihat kaku.

Maka dari itu, Denny menjelaskan untuk membeli daging ayam di kios resmi serta pilih daging ayam yang telah mendapat sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner), karena telah dijamin higienitas dan sanitasinya.