Waspada Kasus Perampokan Nasabah dan Toko Emas Kian Marak

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi kejahatan di ibu kota dan wilayah sekitarnya seperti Kabupaten Bekasi dan Tangerang Selatan makin menggila, dan meresahkan masyarakat.

Dalam catatan Tribunnews.com, dalam sepekan ini tercatat tiga kali aksi perampokan nasabah bank dan perampokan toko emas di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dalam beraksi para komplotan ini khususnya perampok nasabah bank kerap melakukan modus yang sama yakni mengintai para korban, membuntuti, mengancam menggunakan senjata api maupun senjata tajam dan tak segan melukai para korbannya.

Aksi perampokan nasabah bank yang pertama terjadi Selasa (8/1/2013) pukul 11.30 WIB dengan korban bernama Usman (39) warga Cikarang, Kabupaten Bekasi. Akibat perampokan tersebut paha kanan Usman ditembak dan uang Rp 190 juta miliknya digondol pelaku.

Kejadian kedua terjadi di hari yang sama Selasa (8/1/2013) pukul 12.30 WIB dengan korban bernama Jojor Fatimah Sianturi (31) di Perumahan Metland Jl. Kalimaya Blok L Rt. 04/08 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Akibat perampokan tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta.

Kemudian aksi perampokan nasabah bank, menyasar ke wilayah Jakarta tepatnya di Jakarta Timur. Sepasang suami istri menjadi korban perampokan, Rohiyat (34) dan Fitri Hartanti (34) ditodong pistol oleh perampok di halaman depan Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (10/1/2013).

Akibatnya uang senilai Rp 47.970.000 yang hendak ditabung raib dibawa kabur perampok. Tak hanya uang tunai Rp 47.970.000 didalam tas korban. Dua buah Hp merk Blackberry dan Nokia, KTP, serta uang pecahan Rp 100.000 ikut raib digondol maling.

Terakhir aksi perampokan Toko Emas Sejahtera, Rabu (9/1/2013) pukul 16.00 WIB, di Jl.Jurang Mangu Timur Kec.Pondok Aren, Tangerang Selatan. Saat itu toko emas hendak ditutup, namun dua pelaku menggunakan motor berhenti di depan toko.

Kemudian satu pelaku menggunakan senjata mirip senjata api menodongkan senpi ke karyawan toko emas dan memasukkan sejumlah perhiasan emas dari etalase toko ke dalam tas ransel pelaku, dan kemudian melarikan diri ke arah Ciledug.

Beruntung dalam waktu kurang dari 24 jam, anggota kepolisian dari Kapolresta Tangerang Kabupaten berhasil meringkus tiga tersangka perampokan. Saat beraksi pelaku berjumlah dua orang. Sedangkan yang ditangkap tiga orang, karena seorang lainnya terlibat meminjamkan motor untuk merampok.

Ketiga pelaku yang ditangkap yaitu AS (18) warga Pandeglang dan FA (21) warga Lampung dan FZM (19) warga Tangerang. Ada dua pelaku yaitu Fer dan Sub yang terlibat perampokan minimarket di Indomaret Tanah Tinggi, Tangerang pada 8 Januari 2013. Dan Alfamart di Bitung pada 30 Desember 2012.

Saat beraksi merampok minimarket, keduanya mengambil rokok dan uang sekitar Rp 1,1 juta dari 2 minimarket tersebut. Saat beraksi mereka menggunakan airsoft gun yang sama dalam aksi perampokan tersebut.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan, mengumpulkan berbagai barang bukti dan menghimpun keterangan dari para saksi untuk mengungkap tiga kasus perampokan nasabah yang masih menjadi hutang kepolisian.

"Dari hasil penyelidikan sementara, dua perampokan nasabah bank di hari yang sama di wilayah Kabupaten Bekasi, pelakunya ini bukan komplotan yang sama meskipun pelaku yang beraksi berjumlah sama. Sejauh ini kami belum menemukan kesamaan antara dua komplotan pelaku itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (13/1/2013).

Dikatakan Rikwanto, lokasi kejadian antara TKP yang satu dengan TKP yang lain yakni Cikarang dan Tambun, membutuhkan jarak dan waktu tempuh yang cukup lama. Sehingga belum bisa dikatakan dalam waktu yang cukup dekat, perampokan itu dilakukan oleh kepompok yang sama.

Namun terkait modus yang dilakukan para pelaku perampokan menurut Rikwanto ada kesamaan yakni membuntuti para korbannya, dan tidak segan untuk melukai para korban.

"Tim di lapangan masih terus memburu para pelakunya. Kami juga tak bosan mengimbau para nasabah agar apabila hendak mengambil atau menyetor uang selalu minta pengawalan kepolisian terdekat untuk menghindari aksi perampokan," tutur Rikwanto.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.