Waspada, Kurang Minum Bisa Berujung Penyakit Jantung dan Stroke

·Bacaan 2 menit

VIVA – Air merupakan kebutuhan dasar kehidupan bagi semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sangat penting untuk minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari.

Sama seperti makanan yang memberi kita energi dan nutrisi untuk menjalankan semua fungsi internal di dalam tubuh, air juga memiliki peran yang sama. Sayangnya, meski telah diingatkan terus-menerus, masih banyak orang yang meremehkan pentingnya minum cukup air setiap hari.

Dilansir Times of India, Jumat, 27 Agustus 2021, hasil studi menunjukkan, setiap individu harus minum setidaknya 6-8 gelas air sehari untuk hidup sehat. Namun banyak bukti menunjukkan, baik pria maupun wanita, tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Air membantu membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel, membuang bakteri, membantu pencernaan, mencegah sembelit, menstabilkan detak jantung, dan melindungi organ.

Jika kekurangan air, tubuh akan mengalami dehidrasi, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala, meningkatkan risiko penyakit ginjal dan kemungkinan gagal jantung. Berikut tiga cara bagaimana dehidrasi dapat memengaruhi kesehatan jantung kita.

Membuat jantung bekerja lebih keras

Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan tingkat volume darah dan menyebabkan darah mengental. Ini bisa terjadi ketika kamu mengalami sedikit dehidrasi. Ketika volume darah turun, tingkat tekanan darah juga akan ikut turun.

Dalam situasi tersebut, kita akan mulai merasa pusing. Untuk menjaga tekanan darah, tubuh menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengangkut oksigen dan nutrisi lain ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau palpitasi.

Meningkatkan risiko serangan jantung

Menurut penelitian pada 2020, dehidrasi juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada orang dewasa. Karena kekurangan air dapat mengentalkan darah dan membuat pembuluh darah menyempit dari waktu ke waktu sehingga dapat membuat jantung menjadi tegang.

Hal ini dapat menyebabkan penumpukan plak dan penyumbatan di arteri dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Berisiko terserang stroke

Pengentalan darah karena asupan air yang tidak mencukupi juga dapat memengaruhi fungsi otak. Penebalan darah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.

Studi menunjukkan, mereka yang terhidrasi dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik bahkan ketika mereka menderita stroke. Risikonya bahkan jauh lebih tinggi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel