Waspada Learning Disabilites! Pahami Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Kesulitan Belajar

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Saat anak mulai sekolah, tak jarang mereka mengeluh atau bahkan terlihat kesulitan belajar. Umumnya, jika hal ini terjadi kepada sang anak, guru akan melaporkan kepada orangtua yang nantinya disampaikan saat pertemuan orangtua dan guru. Kesulitan belajar ini bisa seperti membaca terbata-bata hingga membutuhkan waktu lama untuk memahami suatu pelajaran.

Anak yang sulit belajar ini sering dikaitkan dengan kecerdasan rendah, padahal tidak selalu demikian. Para orangtua harus mengetahui istilah psikologi learning disabilities atau gangguan belajar. Diperkirakan 8 hingga 10 persen anak-anak di Amerika Serikat memiliki beberapa jenis learning disabilities ini.

TERKAIT: 5 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar yang Paling Mudah dan Efektif

TERKAIT: Belajar Menyenangkan untuk Si Kecil di Dunia Virtual

TERKAIT: Rangkaian Mainan Edukasi Agar Anak Senang Main Sambil Belajar di Rumah

Jangan buru-buru memarahi anak, lebih baik ketahui terlebih dahulu apa penyebab anak kesulitan belajar. Waspada lah dengan learning disabilities ini. Untuk itu, Fimela telah merangkum dari beberapa sumber, Sabtu (13/11) tentang pengertian, penyebab, jenis dan cara mengatasi anak yang mengalami learning disabilities.

Learning Disabilities: Pengertian, Penyebab dan Jenisnya

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Billion Photos/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Billion Photos/shutterstock

Dilansir Verywell Family, kesulitan belajar atau learning disabilities merupakan istilah umum untuk berbagai macam masalah belajar, mulai dari membaca, menulis, matematika, penalaran, mendengarkan dan berbicara. Hal ini bukanlah masalah dengan kecerdasan, motivasi dan anak yang malas.

Faktanya, sebagian besar sama pintarnya dengan orang lain. Namun, otak mereka terhubung secara berbeda sehingga mempengaruhi cara mereka menerima, memproses informasi, memiliki keterampilan baru dan sebagainya.

Penyebab dari kesulitan belajar ini tampaknya bisa diturunkan dalam keluarga. Biasanya, anak cenderung memiliki gangguan ini ketika orangtua atau saudara kandung juga mengidapnya. Faktor lain bisa seperti kelahiran prematur, berat badan saat lahir sangat rendah, selama kehamilan menggunakan nikotin, alkohol atau obat-obatan lainnya dan kurangnya nutrisi pada masa bayi.

Kesulitan belajar dapat mempengaruhi pengalaman seseorang di sekolah, tempat kerja atau dalam situasi sosial. Ada pun jenis-jenis learning disabilities yang dikutip dari Pyschology Today sebagai berikut:

  • Dyslexia, kondisi yang menyebabkan kesulitan dengan pengenalan kata, ejaan dan pemahaman seperti sulit mengenali kata dasar dan memahami buku bacaan.

  • Dysgraphia, kondisi yang mengakibatkan gangguan tulisan tangan, ejaan atau keduanya seperti kesulitan menyusun kalimat, paragraf, menggunakan tata bahasa atau tanda baca dan ejaan yang benar dalam bentuk tulisan.

  • Dyscalculia, kondisi yang mempengaruhi kemampuan belajar aritmatika dan matematika, seperti seringnya membuat kesalahan untuk matematika dasar. Misalnya, anak kesulitan saat mengerjakan kolom yang tidak sejajar untuk penambahan atau pembagian.

Cara Mengatasi Anak Kesulitan Belajar

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Makistock
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Makistock

Dalam kasus ini, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahlinya seperti psikolog. Dengan demikian, mengatasi anak kesulitan belajar bisa dengan layanan terapis tertentu seperti bicara dan berbahasa. Namun, secara umum cara-cara dibawah ini juga bisa dilakukan:

Membangun Kesadaran dan Kepercayaan Diri Anak

Bagi anak-anak dengan kesulitan belajar, kepercayaan diri atau kesadaran diri tentang pengetahuan seperti kekuatan, kelemahan, minat dan bakat mereka menjadi sangat penting. Cobalah untuk mendorong anak membuat daftar apa saja kekuatan dan kelemahan mereka. Selain itu, bantu anak untuk mengembangkan kekuatan dan bakat mereka dengan mendukungnya.

Sering Berdiskusi dengan Anak

Berdiskusi dengan anak mengenai ketekunan mereka bisa menjadi dorongan agar Si Kecil terus berjalan dan menghadapi segala tantangan, kegagalan hingga fleksibilitas untuk mengubah rencana jika segala sesuatu tidak berhasil. Beri pemahaman kepada anak terkait kerja keras serta peluang.

Tidur

Kesulitan belajar ataupun tidak bisa disebabkan karena kurangnya istirahat. Anak-anak membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa. Rata-rata, anak TK-SD membutuhkan 11-13 jam per malam, anak sekolah menengah sekitar 10-11 jam, dan remaja sekitar delapan setengah sampai sepuluh jam. Jadi, pastikan anak bisa mendapatkan jam tidur yang mereka butuhkan.

Sediakan Ruang Belajar yang Nyaman

Siapkan satu ruang khusus anak belajar di area rumah. Atur meja, kursi dan lemari buku senyaman mungkin untuk Si Kecil. Pastikan pencahayaannya juga dalam kondisi yang baik. Buatlah momen belajar anak senyaman mungkin.

Perlu diingat, jika anak mengalami kondisi kesulitan belajar dan masih belum diketahui penyebabnya, disarankan untuk menemui ahli seperti psikolog. Seperti yang diketahui, mendiagnosis sendiri tanpa langsung dari sang ahli tidak baik bahkan bisa berdampak buruk. Cobalah untuk menerapkan cara-cara yang umum seperti di atas terlebih dahulu.

*Penulis: Atika Riyanda Roosni.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel