Waspada Lindu Susulan Usai Gempa Magnitudo 6,7 di Banten

·Bacaan 1 menit
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Banten, Jawa Barat pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai gempa susulan.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG dalam laman twitternya.

Meski begitu BMKG menyebut, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami," demikian seperti dikutip dalam laman BMKG.

Gempa yang berpusat di Banten ini terasa hingga Jakarta, Depok, Bogor dan Tangerang.

Pegawai perkantoran di Jakarta berlarian keluar gedung setelah merasakan getaran gempa. "Gempa terasa kencang," kata salah satu pegawai di Jakarta.

Sementara para aparatur sipil negara (ASN) dan warga di lingkungan Pemprov DKI Jakarta langsung berhamburan keluar ruangan saat gempa terasa. Beberapa awak media di ruangan press room langsung berteriak sekitar pukul 16.09 WIB.

"Gempa, gempa," kata salah satu awak media.

Seketika semua wartawan langsung ke luar ruangan dan mencari tempat lebih terbuka di taman samping. Sejumlah ASN juga langsung berhamburan keluar.

"Kaca-kaca bergertar, semua langsung lari," kata salah satu ASN.

Saat orang di lingkungan Pemprov DKI berkumpul di lapangan Balai Kota sambil menunggu keadaan yang lebih aman.

Pengunjung Hotel Berhamburan

Gempa juga dirasakan kuat di wilayah Bogor. Pengunjung di Hotel Swiss-Belhotel, Bogor langsung berhaburan keluar gedung. Sementara yang berada di lantai atas mengevakuasi diri melalui tangga darurat.

"Saat mendengar paparan, meja bergoyang, laptop juga. Terdengar orang berteriak " gempa-gempa", kata Tison Pane dari AJI Medan.

Gempa tersebut juga dirasakan di wilayah Depok. "Ada gempa...gempa," ujar salah satu warga Depok sambil berlari keluar rumah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel