Waspada Masker Kesehatan Palsu, Ini 4 Cara Bedakan dengan yang Asli

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – Isu masker palsu kini telah beredar luas di masyarakat. Disebut masker palsu, karena tidak sesuai dengan standar medis dan berpotensi meningkatkan risiko penularan virus COVID-19.

Pandemi ini cukup membawa banyak perubahan, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Barang-barang seperti masker, hand sanitizer, dan disinfektan sudah menjadi kebutuhan wajib demi menjaga dan melindungi diri kita dari wabah COVID-19.

Sangat disayangkan, tingginya permintaan barang membuat banyak oknum jahat yang memanfaatkan hal ini sehingga mengakibakan munculnya masker kesehatan palsu.

Pada awal pandemi, harga masker sempat melambung tinggi. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per kotaknya, masyarakat berbondong-bondong membeli masker kesehatan untuk melindungi diri dari virus. Seketika masker medis pun menjadi barang yang langka saat itu.

Seiring berjalannya waktu, masker medis kembali normal dan bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Sayangnya ketika masyarakat sudah memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan masker medis ini, muncul isu beredarnya masker kesehatan palsu.

Kementerian Kesehatan RI menghimbau masyarakat untuk waspada akan masker kesehatan palsu yang beredar di pasaran. Masker palsu ini adalah masker yang diproduksi tidak sesuai dengan standar kesehatan sehingga ini memiliki efektivitas yang rendah dalam mencegah penyebaran virus.

Menurut pihak Kemenkes, masker medis palsu yang beredar di pasaran bisa berupa masker bedah dan masker respirator. Barang palsu ini memiliki kualitas yang buruk dan dikhawatirkan malah akan menambah risiko pemakainya tertular virus COVID-19.

“Ada pula masker non-medis yang dijual sebagai masker medis di pasaran. Masker non-medis ini umumnya digunakan di industri pengecatan, pertambangan, atau perminyakan dan berfungsi untuk melindungi pernapasan dari debu dan polusi,” ucap Arianti Anaya, Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes RI.

“Yang disebut sebagai tidak sesuai dengan peruntukannya adalah misalnya masker itu sebenarnya bukan masker alat kesehatan, tapi diklaim sebagai masker alat kesehatan. Ini akan ditindaklanjuti karena tentunya ini akan menyesatkan masyarakat,” ungkap Arianti.

Pihak Kemenkes sendiri bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindaklanjuti peredaran masker palsu dan ilegal tersebut. Menurut Arianti, Kemenkes juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa merek masker non-medis yang diklaim sebagai masker medis dan terbukti tak memiliki izin edar.

Berikut 4 Cara Membedakan Masker Medis Asli dan Palsu

1. Cek Nomor Izin Edar pada Kemasan

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk membedakan masker asli dan palsu adalah mengecek nomor izin edar yang tertera pada kemasan masker. Masyarakat di himbau untuk hanya membeli dan menggunakan masker yang sudah memiliki nomor izin edar yang resmi.

Itu dapat diakses secara publik melalui infoalkes.kemkes.go.id. Hingga saat ini ada 996 industri masker medis yang sudah memiliki nomor izin edar.

Bila anda menemukan masker yang dicurigai palsu atau tidak memenuhi standar, maka dapat melakukan pengaduan melalui e-watch alkes atau menghubungi Halo Kemkes di 1500567.

2. Perhatikan Bentuk Fisik Masker

Pada umumnya masker bedah dibuat dari bahan material non-woven spunbound, meltblown, spunbond (SMS), dan spunbond, meltblown, meltblown, spunbond (SMMS).

Sedangkan masker respirator atau yang biasa disebut N95/KN95 terbuat dari lapisan polypropylene yang lebih tebal dan lapisan tengah berbahan elektrete/charge polypropylene.

Pastikan juga masker kesehatan yang anda pakai memiliki 3 lapisan. Buka dan robek salah satu masker dan pastikan lapisannya ada 3.

Ketiga lapisan ini terdiri dari kepingan translucent yang berada di paling luar (atas), lapisan putih di tengah, dan kepingan berwarna hijau, biru, atau putih.

3. Uji Masker Menggunakan Air

Masker bedah yang sesuai standar memiliki kemampuan untuk mencegah droplet atau percikan air liur.

Lapisan luar masker seharusnya anti air untuk melindungi orang lain dari batuk dan bersin pemakainya dan sebaliknya.

Untuk mengecek kualitas masker, lakukan uji coba menggunakan air. Lipatlah masker sehingga bagian luarnya membentuk corong dan tuangkan air ke dalamnya. Jika masker tersebut asli maka air tidak akan tumpah keluar.

4. Diuji dengan Cara Dibakar

Lapisan tengah masker seharusnya terbuat dari masker juga, bukan kertas. Oleh karena itu, anda bisa mengecek keaslian masker dengan cara dibakar. Jika filter yang berada di tengah masker terbakar, maka dapat dipastikan masker tersebut palsu.

Cara membedakan masker kesehatan asli dan palsu di atas bisa dengan mudah anda lakukan sendiri dirumah. Untuk menghindari membeli masker palsu, belilah masker di toko kesehatan resmi yang sudah terpercaya langsung. Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi lainnya terkait masker palsu.

Laporan: Prima Nadya Rahayu