Waspada, Perang China-Taiwan Bisa Buat Ekspor Indonesia Anjlok

Merdeka.com - Merdeka.com - Dunia saat ini mengalami ketidakpastian disebabkan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Baru-baru ini, China dan Taiwan juga terancam akan terjadi perang

Ini dipicu oleh kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa hari lalu. China menilai ini menodai kedaulatan negeri Tirai Bambu.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan akan ada dampak dari ketegangan kedua negara tersebut yang lebih buruk dibandingkan perang Ukraina dan Rusia.

"Bisa berdampak lebih buruk dibandingkan perang Ukraina-Rusia," ujar Bhima kepada Merdeka.com, Minggu (7/8).

Bhima menerangkan, dampak pertama adalah Taiwan sebagai proxy war antara kepentingan yang lebih luas antara AS dan China, sementara dua negara raksasa memiliki kaitan terhadap tujuan ekspor tradisional Indonesia masing-masing 21 persen dan 11 persen dari total ekspor.

"Artinya, 32 persen atau sepertiga ekspor Indonesia terancam, dan menurunkan surplus neraca dagang," terang Bhima.

Kedua, secara geografis, posisi Taiwan ada di Asia yang berarti statusnya lebih berpengaruh dibanding Ukraina-Rusia. "Persepsi investasi di kawasan Asia akan dipengaruhi kelanjutan konflik di Taiwan," jelasnya.

Proteksi Ekspor

Kemudian ketiga, langkah China memberi sanksi ke Taiwan menambah panjang deretan negara yang melakukan proteksi ekspor pangan setelah sebelumnya ada 30 negara yang lakukan hal serupa dengan berbagai alasan.

Meskipun demikian, ini bisa memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk penetrasi ekspor makanan jadi, buah-buahan hingga sayuran ke Taiwan, karena hingga saat ini Taiwan melakukan ekspor sayuran di Indonesia cukup besar.

"Indonesia juga memiliki keunggulan kompetitif dalam bahan baku makanan minuman dan makanan jadi," tuturnya.

"Tapi secara risiko kalau Taiwan dan China jadi perang dagang maka eskalasi konflik akan mempengaruhi pasokan semiconductor sehingga penjualan mobil di Indonesia bisa tertekan," tambahnya. [idr]